Baru Kelar Dibangun, Talut Rp2,9 Miliar di Sukodono Sragen Ambrol

Kondisi talut yang ambrol di jalan Gonggangan-Juwok, Sukodono, Sragen, Selasa (5/2/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
05 Februari 2019 20:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Talut jalan yang merupakan bagian dari proyek peningkatan jalan Gonggangan-Juwok, Kecamatan Sukodono, Sragen, sepanjang 1,6 km senilai Rp2,9 miliar rusak di tiga lokasi.

Padahal proyek itu baru kelar tiga bulan lalu. Pantauan Solopos.com di lokasi, Selasa (5/2/2019), talut ambrol di tiga lokasi berbeda dengan total panjang diperkirakan 60-an meter. Talut pertama yang ambrol berlokasi di Dusun Gonggangan, Desa Juwok, Kecamatan Sukodono.

Panjang talut yang ambrol tersebut sekitar 10 meter. Sementara lokasi talut ambrol kedua dan ketiga di dekat jembatan Dusun Juwok, Desa Juwok.

Dua lokasi talut yang ambrol tersebut masing-masing sepanjang 25 meter. Ambrolnya talut di tiga lokasi berbeda tersebut mengakibatkan munculnya rongga di bawah beton jalan.

Lebar rongga tersebut mencapai sekitar 1 meter dengan ketinggian sekitar 30 cm. “Talut itu ambrol pada Senin [4/2/2019] sore dan malam saat hujan. Saat itu terdengar suara keras dari arah lokasi. Setelah dicek, ternyata talutnya ambrol,” jelas Sugiman, warga Dusun Juwok, RT 014, saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Warga khawatir rongga yang muncul di bawah lapisan beton tersebut mengakibatkan jatuhnya korban. Warga kemudian bekerja bakti untuk memberi palang bambu tanda bahaya bagi pengguna jalan pada Selasa pagi.

“Karena berongga, kami khawatir beton patah kalau dilintasi kendaraan berat seperti truk. Dengan dipasangi bambu di pinggiran jalan, harapannya pengguna jalan bisa lewat agak ke tengah supaya beton tidak patah,” terang Sugiman.

Hal senada disampaikan Supardi, warga Dusun Gonggongan. Ia memasang sejumlah kayu tanda bahaya di lokasi. “Kalau dibiarkan seperti itu sangat membahayakan pengguna jalan yang tidak tahu ada rongga di bawah lapisan beton,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Marija, mengatakan kerusakan talut di tiga lokasi itu karena gelontoran air hujan yang cukup deras. Menurutnya, proyek peningkatan jalan tersebut dikelola Pemkab Sragen melalui rekanan.

Adapun sumber dana proyek tersebut berasal dari bantuan keuangan Pemprov Jateng senilai Rp2,9 miliar. “Itu masih dalam masa pemeliharaan oleh rekanan. Tadi pagi [kemarin] sudah dicek dan segera diperbaiki oleh rekanan,” terang Marija.