Hujan Deras di Boyolali, 1.000 Ayam Mati Tertimpa Kandang

Petugas TRC BPBD Boyolali membersihkan pohon tumbang yang menimpa atap rumah warga di Dukuh Karangpung, Desa Kismoyoso, Boyolali saat terjadi hujan disertai angin, Senin (4/2 - 2019). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
05 Februari 2019 09:20 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOALI — Hujan disertai angin merobohkan kandang ayam di Dukuh Tambas Lor, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Senin (4/2/2019). Hujan dan angin itu juga menumbangkan sejumlah pohon dan merusak atap rumah warga.

Beruntung, saat kejadian, tidak ada pekerja yang berada di dalam kandang. Namun sekitar 1.000 dari 3.500 ekor ayam berusia 21 hari yang ada di kandang tersebut mati tertimpa reruntuhan.

Pemilik kandang, Fahrudin, 32 mengatakan, saat kejadian, hujan dan angin memang bertiup kencang. “Waktu itu saya sedang di rumah karena ada tamu. Lalu saya rasakan hujannya kok tambah deras dan anginnya tambah besar sehingga saya ngecek bagaimana kondisi kandang, ternyata sudah ambruk,” ujarnya saat ditemui di sekitar kandang yang berjarak puluhan meter dari rumahnya.

Lalu dia bergegas menuju ke kandang dan menyelamatkan ayam-ayam yang masih hidup, bersama warga di sekitarnya. “Ayam yang hidup langsung kami pindahkan ke kandang lainnya. Yang lainnya sebagian masih berada di reruntuhan,” imbuhnya.

Akibat kandang roboh itu, dia mengalami kerugian hingga sekitar Rp250 juta. “Nilai kandangnya sekitar Rp150 juta, kalau ayamnya ya sekitar Rp100 juta. Ini saya kelola dengan bapak saya,” kata dia.

Di tempat terpisah, hujan dan angin juga merusak atap rumah-rumah warga dan pepohonan di Dukuh Karangpung desa yang sama, setidaknya atap tiga rumah rusak akibat disapu angin maupun tertimpa pohon.

Suratman, 36, warga setempat mengungkapkan, saat itu hujan turun sangat deras dan disertai angin sehingga kemudian menerbangkan genting dan merobohkan pohon. Ngeri sekali anginnya muter-muter. Genteng atap rumah saya juga ikut kena, sebagian rontok,” ujarnya.

Sementara itu, petugas tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BOBD) Boyolali yang datang ke lokasi langsung melakukan pemotongan batang pohon yang tumbang menggunakan gergaji mesin.

Camat Ngemplak, Erma Sri Windarti mengatakan, hingga sore hari, dampak bencana alam ini baru dilaporkan dari desa Kismoyoso. “Sementara baru kepala desa Kismoyoso yang melaporkan adanya kejadian. Kami belum dapat mendata lebih lanjut karena saat ini pun masih turun hujan. Kasi Trantib kami masih di lapangan,” ujar camat melalui telepon.