Tak Buka Kios, 7 Pedagang Pasar Nglano Karanganyar Diberi SP III

Juru parkir menjaga area parkir di depan Pasar Nglano, Jumat (1/2/2019). Area parkir pasar itu sepi karena banyak kios yang tidak buka. - Wahyu Prakoso
05 Februari 2019 21:35 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop UKM) Karanganyar memberi surat peringatan (SP) III kepada tujuh pedagang yang tidak membuka kios untuk berdagang di Pasar Nglano.

“Surat tersebut sudah kami sampaikan ke koordinator pasar sejak satu pekan lalu, dia yang akan meneruskan ke pemilik kios. Kami beri waktu jeda 14 hari setelah menerima surat tersebut, kalau mereka tidak mau berubah nanti koordinator pasar membuat surat ke kami. Atas dasar itu kami akan sampaikan ke Bupati. Kami akan tunggu dhawuh beliau [Bupati],” ujar Kabid Perdagangan Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Eko Joko Iswanto kepada Solopos.com, Kamis (31/1/2019).

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Jumat (1/2/2019) pagi, dari total 184 kios di Pasar Nglano. Sebanyak 55 kios yang menghadap keluar di gedung barat Pasar Nglano tutup. Sedangkan yang di dalam gedung sebanyak sembilan kios tutup. Aktivitas pasar tampak ramai di dalam gedung saja.

Sebelumnya diberitakan Solopos beberapa waktu lalu, didapati lebih dari 45 unit kios pasar tutup atau tidak melakukan aktivitas transaksi. Disdagnakerkop UKM Karanganyar melakuan penertiban. Pemilik kios yang tidak membuka kios untuk berdagang diberi surat peringatan.

Lurah Pasar Nglano, Suparno, menjelaskan kios-kios tersebut tutup sementara karena ada kesibukan masing-masing pemilik kios. Ia memastikan kios tersebut masih melakukan transaksi. “Kami sudah terima SP III dari Disdagnaketkop, tapi kita butuh proses untuk mencari alamat pemilik kios. Kamis kemarin [31/1/2019] semua sudah menerima surat tersebut. Dua kios di antaranya sudah aktif kembali. Kalau kios lain, hari ini tutup hanya kebetulan saja,” ujarnya kepada Solopos.com melalui telepon.

Salah satu pedagang Pasar Nglano, Sumiati, menyesalkan kios yang sudah disediakan tidak dimanfaatkan dengan baik. Ia berharap kios pasar segera dipakai untuk berjualan supaya Pasar Nglano bisa menarik pembeli.