Warga Pingkuk Wonogiri Kewalahan Hadapi Serangan Kera Liar

Ilustrasi serangan kera. (Solopos/Dok)
05 Februari 2019 09:05 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Warga Desa Pingkuk, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mengeluhkan soal serangan kera-kera liar yang terjadi bertahun-tahun di desa setempat.

Warga berharap ada solusi atas permasalahan yang mengakibatkan kerugian di bidang pertanian dan sebagian permukiman.

Salah satu warga Desa Pingkuk, Suyono, 36, mengatakan serangan kera itu muncul diduga sebagai dampak pembukaan hutan sekitar 15-20 tahun yang lalu. Akibatnya, tanaman pangan untuk kera di hutan habis. Kera lalu menjarah sumber pangan yang ada di tegalan yang letaknya berdekatan dengan hutan.

“Banyak tanaman jagung, ketela pohon, kacang, dan aneka palawija habis diserang hutan. Petani harus menunggu seharian. Kalau ditinggal makan siang saja, kera langsung menyerbu lahan,” kata dia, saat dihubungi solopos.com, Minggu (3/2/2019).

Karena sering merugi, petani lalu menanami kawasan tepi hutan hingga dua kilometer ke arah permukiman dengan tanaman kayu. Sebab, jika diganti tanaman pangan akan habis diserbu kera-kera yang lapar.

“Petani juga berinisiatif pasang jaring. Tapi itu hanya efektif sepekan-dua pekan. Setelah itu, kera seperti paham bagaimana menghindari jaring,” beber dia.

Tak hanya itu, ada juga komunitas petembak yang menawarkan agar-agar populasi kera dikurangi dengan cara diburu. Namun, warga menolak lantaran berharap ada solusi yang lebih ramah untuk kera.

Warga juga sempat menyampaikan soal serangan kera kepada pemerintah desa, namun hasilnya nihil. “Kami berharap ada gerakan menanami tanaman buah di hutan. Ini penting agar kera bisa memenuhi kebutuhan pakannya tanpa keluar hutan. Tapi belum ada respons dari dinas terkait,” terang Suyono.

Sekretaris Desa Pingkuk, Kecamatan Jatiroto, Edi Saryoko, membenarkan soal serangan kera liar itu. Namun, serangan kera umumnya ada di tegalan warga. Sebagian serangan juga terjadi di permukiman misalnya di Dusun Mloko.

“Kebanyakan menyerang lahan pertanian yang ditanami jagung, ketela pohon, kacang, dan aneka palawija. Ini memang sudah agak lama. Penyebabnya diduga hutan ditanami tanaman kayu sehingga kera enggak punya makanan,” ujar dia.

Pemerintah Desa sendiri belum ada langkah solusi untuk menangani serangan kera-kera liar itu. Selama ini Pemdes hanya mengimbau kepada petani agar tanamannnya ditungguin guna menghalau kera-kera yang datang.

Namun, Pemdes Pingkuk pernah menyampaikan permasalahan kera ini kepada Dinas Kehutanan dan Perhutani agar ada upaya penanaman tanaman buah di hutan.

“Kami juga tidak bisa memberantas kera ini secara sporadis karena kera termasuk hewan dilindungi. Kami tidak bisa sembarangan mengusir kera,” urai Edi.