Seperti Klaten, Wonogiri Segera Terapkan Tilang Lewat Pantauan CCTV

Pengguna jalan berhenti di perempatan Ponten kawasan kota Wonogiri saat traffic light menyala merah, Senin (4/2/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
05 Februari 2019 23:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri memastikan akan menerapkan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau penegakan aturan lalu lintas secara elektronik.

Seperti di Klaten, pemantauan lalu lintas dilakukan melalui kamera closed circuit television (CCTV) dan surat tilang dikirim ke pelanggar lalu lintas. Aturan ini akan diberlakukan enam bulan lagi.

Pada tahap awal, realisasi ETLE dipusatkan di empat persimpangan jalan ber-traffic light di kawasan kota. Empat lokasi itu meliputi pertigaan Tugu Pusaka atau Tugu Ireng depan Kantor Kecamatan Selogiri, pertigaan Klampisan dekat pabrik Madu Rasa, perempatan Ponten, dan perempatan Pokoh.

Persimpangan tersebut akan dipasangi CCTV atau kamera pengintai sebagai sarana utama ETLE. Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Dwi Erna Rustanti, kepada Solopos.com, Senin (4/2/2019), menyampaikan saat ini masih mempersiapkan perangkat CCTV.

Penentuan empat lokasi tersebut masih rencana awal sebagaimana yang telah diusulkan kepada Polda Jawa Tengah. Dia ingin lokasi yang dipasangi CCTV bisa lebih banyak lagi.

Hal itu memungkinkan direalisasikan jika CCTV Satlantas bisa diintegrasikan dengan CCTV milik Pemkab. Namun, CCTV Pemkab saat ini mati.

Perempuan yang akrab disapa Erna tersebut sudah berkoordinasi dengan Pemkab melalui dinas terkait untuk membahas persoalan itu. Dia berharap Pemkab dapat menyokong mewujudkan realisasi ETLE.

“Kalau bisa dimanfaatkan, CCTV Pemkab akan kami kolaborasikan dengan CCTV kami. Jadi, nanti lokasi yang dipantau bisa lebih banyak. Kalau bisa terwujud ke depan CCTV-nya bisa termonitor di Satlantas,” kata Erna mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, saat dihubungi Solopos.com.

Namun, apabila CCTV Pemkab belum dapat difungsikan, Satlantas tetap akan merealisasikan ETLE di empat lokasi sesuai rencana awal. Sebelum menerapkan secara efektif, Satlantas akan menguji coba sekaligus menyosialisasikannya kepada warga.

Pada tahap itu jika terjadi pelanggaran akan diberi peringatan terlebih dahulu. Erna menjelaskan jalur strategis di lokasi-lokasi yang terpasang kamera pengintai akan dipantau penuh.

Jika terjadi pelanggaran, seperti kendaraan berhenti melebihi garis setop, sistem akan mencatat pelat nomor kendaraan secara otomatis dikenai tilang. Tilang yang sudah tercetak selanjutnya dikirim ke alamat rumah pemilik identitas yang tercatat di kepolisian berdasar pelat nomor tersebut.

Setelah menerima surat tilang, pemilik kendaraan wajib membayar denda paling lambat sepekan. Jika kendaraan masih tercatat atas nama pemilik lama karena pemilik baru belum balik nama, tilang tetap dialamatkan ke rumah pemilik lama.

Demikian halnya apabila pelanggar bukan pemilik kendaraan yang digunakan saat pelanggaran terjadi. Pembayaran denda tilang menjadi tanggung jawab pemilik lama.

Jika hal itu menjadi persoalan, pemilik lama dapat mencari solusi bersama pelanggar. “Pemerintah sudah lama mendorong kalau membeli kendaraan bukan baru, segera balik nama. Program ETLE ini juga bagian dari upaya warga tertib balik nama supaya tidak repot di kemudian hari,” imbuh Erna.

ETLE tak hanya mencatat pelanggaran lalu lintas, tetapi juga pelanggaran pajak. Sistem akan mengetahui pemilik kendaraan sudah membayar pajak atau belum. Jika belum membayar pajak, selain diharuskan membayar denda tilang, pelanggar juga diwajibkan membayar pajak.

Menanggapi informasi yang beredar bahwa Satlantas Wonogiri sudah menerapkan ETLE di delapan lokasi mulai 3 Februari lalu, Erna menyatakan hal itu tidak benar. Saat ini Satlantas masih tahap persiapan.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Ismiyanto, membenarkan CCTV Pemkab mati. Dishub sudah mengusulkan pengadaan CCTV kepada Bupati Joko Sutopo, tahun ini.

Jika disetujui dengan mendahului APBD perubahan atau APBD perubahan, CCTV akan dipasang di lokasi selain yang telah dipasangi CCTV Satlantas. CCTV akan diintegerasikan dengan sistem ETLE Satlantas.

Menurut dia, selain untuk ETLE, CCTV sangat bermanfaat untuk pengaturan lalu lintas. Muaranya, untuk menekan angka kecelakaan.

Wonogiri bukan kabupaten pertama di Soloraya yang menerapkan ETLE. Klaten sudah lebih dulu menerapkannya sejak Januari lalu dengan mekanisme serupa.