Tahukah Anda? Begini Sejarah Taman Balekambang Solo

Patung Partini Bosch di Taman Balekambang Solo (Instagram/balekambangsolo)
06 Februari 2019 08:40 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Taman Balekambang di Kota Solo, Jawa Tengah, menempati posisi kedua daftar objek wisata paling banyak dikunjungi turis domestik. Data Dinas Kepemudahaan, Olahraga, dan Parisiwata (Disporapar) Jateng sebagaimana dikabarkan Semarangpos.com menyebut, jumlah pengunjung lokal Taman Balekambang mencapai 2.601.081 orang sepanjang 2018.

Jumlah pengunjung itu nyaris mengalahkan Candi Borobudur di Magelang yang memuncaki daftar objek wisata paling banyak diminati turis lokal. Adapun jumlah pengunjung Candi Borobudur mencapai 3.609.323 orang.

Nah, tahukah Anda bagaimana sejarah objek wisata Taman Balekambang? Simak penjelasannya dalam uraian yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber berikut:

Taman Balekambang memiliki nama asli Partini Tuin dan Partinah Bosc. Taman ini dibangun KGPA Mangkunegara VII pada 26 Oktober 1921. Pembangunan taman ini merupakan tanda cinta kepada kedua putrinya, GRAy Partini Husein Djayadiningrat dan GRAy Partinah Sukanta.

Itulah sebabnya patung dari kedua putri KGPA Mangkunegoro VII diletakkan di dalam Taman Balekambang. Taman Balekambang terletak di Jalan Ahmad Yani yang menempati lahan seluas 9,8 hektare. Taman ini memadukan arsitektur khas Jawa dan Eropa.

Taman Balekambang terbagi dalam dua area, yakni Partini Tuin yang berfungsi sebagai penampungan air sekaligus bermain perahu. Selanjutnya ada Partinah Bosch yang berupa hutan untuk menanam tumbuhan langka, mulai dari kenari, beringin putih, beringin sungsang, dan apel coklat. Tempat ini berfungsi sebagai resapan dan paru-paru kota.

Taman Balekambang dibuka untuk umum pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VIII. Kini, taman tersebut menjadi ruang terbuka yang sering dikunjungi masyarakat. Bukan sekadar jalan-jalan, ada juga pentas kesenian tradisional yang digelar di Taman Balekambang, seperti ketoprak, sendratari, konser musik, hingga acara penting lainnya di Kota Solo, Jawa Tengah.