Wali Kota Solo Lantik Seratusan Pejabat Baru, Siapa Saja?

ilustrasi mutasi pejabat. (Solopos/Dok)
06 Februari 2019 11:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Gerbong promosi dan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot ) kembali bergulir. Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo melantik 179 pejabat di Bale Tawangarum, Balai Kota Solo, Senin (4/2/2019) malam.

Ratusan pejabat itu terdiri atas lima pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas, 20 pejabat eselon III, dan 135 pejabat eselon IV. Sisanya, pejabat fungsional dengan tugas tambahan, yakni 18 kepala sekolah dan satu kepala puskesmas.

Salah satu pejabat yang mendapatkan promosi adalah Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK), Purwanti yang dilantik menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Selain itu, Agus Sutrisno menjadi Asisten Pengembangan Ekonomi, Tamso menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Yohanes Pramono menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, serta Ariani Indriastuti yang sebelumnya menjadi Kepala DPPKB bergeser menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.

Ditemui seusai pelantikan, Kepala DPPKB Solo, Purwanti mengaku kaget dengan promosi itu. Pur, sapaan akrabnya, mengaku telah berkarir di DKK selama 26 tahun, kemudian harus mengemban tugas baru.

“Belum ada persiapan untuk tugas baru, karena enggak menyangka. Tapi yang pasti harus lebih baik. Bagaimana membawa masyarakat Solo menjadi keluarga sejahtera, dimulai dari salah satunya, keluarga yang mengikuti KB,” ucap Purwanti.

Wali Kota Rudy, menganggap respons beragam dari ASN yang mendapatkan promosi dan mutasi merupakan kewajaran. Ia mengakui tak bisa menyenangkan semua pihak. “Eselon II sudah isi semua, tinggal Sekretaris Daerah yang belum definitif. Setiap promosi mutasi pasti ada yang kecewa dan senang. Semua sudah kami bicarakan dengan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan),” kata dia.

Sementara dalam sambutannya, Rudy menyebut soal tidak adanya lahan basah maupun kering dalam setiap jabatan. Ia juga menegaskan tidak adanya jual beli jabatan dalam agenda tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo, Rakhmat Sutomo menyebut kemungkinan kembali digelarnya mutasi dan rotasi pada tahun ini mengingat sejumlah pejabat eselon II yang bakal purna tugas.