Solopos Hari Ini: Broker Incar Lahan Tol Solo-Jogja

Harian Umum Solopos edisi Rabu (6/2 - 2019).
06 Februari 2019 11:10 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Broker tanah bermunculan seiring rencana pembangunan proyek jalan tol Solo-Jogja yang melintasi Klaten. Para broker mengincar lahan yang akan dibebaskan.

Para broker mencari informasi lahan terdampak tol ke Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaraan Ruang (DPUPR) Klaten. Bermunculannya broker sepekan terakhir. Sudah ada sekitar 10 broker yang mendatangi Bidang Tata Ruang.

Kabar munculnya broker tanah itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (6/2/2019). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar mengenai penerimaan PPPK yang dimulai Jumat pekan ini. Ada beberapa bida untuk penerimaan PPPK gelombang pertama.

Penerimaan PPPK untuk 3 Bidang Dimulai Jumat

Pemerintah akan memulai proses penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Jumat (8/2/2019). Penerimaan PPPK gelombang I ini akan difokuskan untuk tenaga honorer bidang pendidikan, kesehatan, dan penyuluh pertanian.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan & RB) Syafruddin di Jakarta, Senin (4/2/2019). "Jadi tenaga honorer pada tiga sektor tersebut tidak perlu khawatir karena penerimaan PPPK diprioritaskan bagi tenaga honorer yang sebelumnya sudah bekerja di bidangnya masing-masing. Penerimaan dilakukan karena pemerintah memang membutuhkan banyak tenaga pada sektor tersebut," ujar dia.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar terbaru mengenai perampokan sopir taksi di Sukoharjo. Ada pula ulasan mengenai ritual Mandi Buddha pada halaman Soloraya.

Sopir Taksi Waswas

Polisi masih memburu pelaku perampokan terhadap sopir taksi Kosti yang terjadi di kawasan pusat bisnis 1 Sektor 3 Blok JC, Jalan Paris 2 Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo pada Minggu malam (3/2/2019). Akibat masih belum tertangkapnya pelaku, kalangan pengemudi taksi kini merasa khawatir khususnya saat beroperasi di malam hari.

Sebagian dari mereka memilih untuk tidak mengaktifkan akun online untuk mendapat pesanan. Taufik Hidayat, seorang sopir Taksi Kosti misalnya, lebih selektif dengan hanya menerima orderan penumpang melalui kantor.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Menyucikan Hati dan Raga lewat Ritual Mandi Buddha

Aroma hio menguar tajam dari dalam Kelenteng Tien Kok Sie, dekat Pasar Gede Solo, Senin (4/2) malam. Belasan umat di dalamnya memegang sejumlah dupa lalu membungkukkan badan, melakukan sembahyang.

Nuansa khidmat seketika terasa. Tepat pukul 22.00, tradisi mandi Buddha Rupang bermula.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.