Remaja Putus Sekolah Curi 6 TV LED di Toko Elektronik Solo

Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, menunjukkan barang bukti kasus pencurian Toko Candi Elektronik, Solo. (Solopos - Ratih Kartika)
06 Februari 2019 19:15 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Seorang remaja di bawah umur, DS, 16, ditangkap jajaran Mapolsek Serengan, Solo, karena mencuri barang di Toko Candi Elektronik, Jl. Slamet Riyadi, Kemlayan, Serengan.

DS tertangkap bersama tetangganya, Setiawan Prabowo, seusai menyatronik toko elektronik tersebut, Minggu (20/1/2019) lalu. DS dan Setiawan Prabowo sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

Setiawan tercatat sebagai warga Kampung Dadapan RT 005/RW 012, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon. Sedangkan DS juga dari Pasar Kliwon. Keduanya ditangkap pada Selasa (29/1/2019).

DS mengaku baru kali pertama mencuri. DS sudah tidak bersekolah dan terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. DS tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Saya mencuri bersama Setiawan Prabowo [SP] melalui pintu belakang toko. Nanti uangnya dipakai buat makan," jelas DS kepada wartawan di Mapolsek Serengan, Rabu (6/2/2019).

Dari tangan tersangka polisi mengamankan dan menyita satu unit TV LED bermerek Polytron 32 inci, satu telepon genggam merk sama, dan satu gembok. Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, menjelaskan dua tersangka tersebut mencongkel gembok bagian belakang toko.

Kemudian mereka tersebut masuk dari pintu belakang toko dan menggasak TV LED merek LG 32 inci seharga Rp2,8 juta, satu TV LED 65 inci seharga Rp20,567 juta, satu TV LED LG 43 inci seharga Rp3,669 juta, satu TV LED LG 49 inci seharga Rp6,7 juta, satu TV LED Polytron 32 inci seharga Rp2,314 juta, satu TV Polytron 65 inci seharga Rp16,5 juta, satu telepon seluler Polytron seharga Rp1,011 juta, satu laptop merek HP 14 inci seharga Rp3,63 juta, dan satu magic remote seharga Rp396.000.

Total kerugian toko Rp57.588.830. "Pelaku ini mengangkut barang-barang itu dua kali menggunakan sepeda motor. Kami kesulitan mencari tersangka karena rekaman kamera CCTV tidak terlihat jelas. Tapi akhirnya setelah dilakukan penyelidikan DS berhasil dibekuk di Daleman, Sukoharjo, dan SP dibekuk di Bendungan, Jebres, Solo," jelas Giyono kepada wartawan, Rabu.

Kompol Giyono mengatakan saat ini tengah memburu seorang penadah barang curian dari dua tersangka tersebut yang melarikan diri. Setiawan Prabowo merupakan seorang residivis kasus curanmor.

Dua tersangka tersebut dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. "Ancaman hukumannya penjara 7 tahun," jelas Giyono.

Giyono mengimbau toko elektronik memasang kamera CCTV yang bagus dan dilengkapi petugas pengamanan di depan dan belakang toko.