Solo Zoo Akan Tambah Sepasang Satwa Baru, Apa Saja?

Warga antre membeli tiket masuk Solo Zoo, Solo, Selasa (1/1 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
06 Februari 2019 21:23 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) alias Solo Zoo menambah koleksi sepasang kerbau eksotis pada pekan ini. Satwa itu diperoleh dari salah satu peternakan di daerah Prambanan, Klaten.

Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan kerbau tersebut menempati bekas kandang unta di zona konservasi. Penghuni lama sudah dipindahkan di salah satu kandang bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Sepasang kerbau itu, betinanya sudah hamil. Mereka juga langsung beradaptasi dengan lingkungan. Tidak ada treatment khusus seperti punya juru kunci atau pawang. Perlakuan sama seperti satwa-satwa lain. Kerbau bule atau albino memang bukan satwa dilindungi, tapi eksotis. namun cukup terkenal di Solo, sehingga diharapkan bisa menjadi daya tarik,” kata dia saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (5/2/2019).

Keberadaan kerbau bule, sambung Bimo, selain menjadi daya tarik juga dapat berfungsi sebagai sarana edukasi. Selain itu, juga menjadi pengisi kandang kosong. Di tahun depan, TSTJ dipastikan memiliki tambahan anakan kerbau bule.

“Kerbau bule ini bukan dari keraton. Juga tidak memiliki silsilah dari Kyai Slamet. Masyarakat atau siapa saja boleh mengadopsi anakan itu. Dengan catatan, dirawat. Tidak menutup kemungkinan kalau pihak keraton sukarela mengadopsi. Kami terbuka,” papar Bimo.

Sebelumnya, Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Tandya Tjahjana, mengatakan, TSTJ merupakan satu dari 84 unit lembaga konservasi yang terdaftar di KLHK. Peran lembaga konservasi, tidak hanya sebagai tempat pendidikan, tapi juga peragaan dan penitipan sementara indukan dan cadangan genetik untuk mendukung pelestarian populasi.