Bocah di Solo yang Dikabarkan Disunat Jin  Ditangani Dokter

Rebo (kiri) bersama cucunya, MAH, yang menghebohkan warga Kadipiro, Solo, karena diduga disunat makhluk gaib, Selasa (5/2/2019). (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
06 Februari 2019 21:55 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Direktur RSUD Solo, Willy Handoko, saat ditemui wartawan, Rabu (6/2/2019) pagi, mengatakan kasus yang dialami MAH banyak terjadi di masyarakat. Anggapan MAH disunat jin kurang tepat.

“Kasus tersebut dinamakan paraphimosis yaitu ketika ujung [kulup] penis ditarik ke pangkal penis dan tidak dapat kembali seperti semula. Hal itu dapat ditangani dengan suntik lokal dan perawatan medis dan tidak memerlukan operasi,” ujar Willy.

Selain itu, ada pula kasus lain yakni phimosis atau kebalikan dari paraphimosis. Phimosis yaitu ketika ujung kukup tidak dapat ditarik ke pangkal karena lengket.

Senada dengan hal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Solo, Aji Suwandono, mengatakan paraphimosis dapat terjadi pada anak-anak berusia 6-9 tahun. Paraphimosis juga merupakan suatu kasus gawat darurat dikarenakan apabila tidak cepat ditangani dapat berujung pada kematian jaringan akibat darah tidak mengalir ke penis.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai kasus tersebut masih kurang sehingga diperlukan sosialisasi dan edukasi. Ia berharap apabila suatu saat terjadi lagi kasus serupa tidak dikaitkan dengan sunat oleh jin maupun hal gaib dikarenakan penanganan tetap dapat dilakukan secara medis.

Eyang MAH, Rebo, mengatakan setelah mendapat pertolongan medis bentuk kemaluan cucunya kembali seperti semula. Kini kondisi siswa kelas I SD itu berangsur membaik setelah mendapat perawatan di RSUD Solo.