Wajah Perampok Taksi Kosti di Sukoharjo Terlihat Jelas Via Kamera CCTV

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi (kedua dari kanan), berbincang dengan sopir taksi Kosti Solo, Sumarno, yang menjadi korban percobaan perampokan di RS dr. Oen, Solo Baru, Rabu (6/2/2019). (Solopos - Bony Eko Wicaksono)
06 Februari 2019 20:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, beserta jajarannya membesuk sopir taksi Kosti Solo korban percobaan perampokan, Sumarno, di Gedung Tjan Khee Swan, RS dr. Oen, Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (6/2/2019).

Kapolres ingin mengetahui kondisi kesehatan Sumarno setelah beberapa hari dirawat intensif di rumah sakit. Sementara itu, penyidik Polres Sukoharjo berupaya keras mengungkap kasus perampokan sopir taksi Kosti Solo di kawasan Solo Baru, Minggu (3/2/2019).

Penyidik mengandalkan rekaman kamera closed circuit television (CCTV) untuk mengungkap identitas pelaku. Sementara manajemen Gojek Solo Baru juga berkomitmen membantu kepolisian melacak identitas akun pelaku yang memesan jasa pengantaran taksi online.

Penyidik telah menganalisis rekaman kamera CCTV saat kedua pelaku memesan Gocar di deretan rumah toko (ruko) sebelah barat Hotel Brother Inn menuju Jl. Paris belakang Hotel Fave, Solo Baru, Sukoharjo.

Saat memesan Gocar, pelaku menggunakan akun bernama Sinta Pradita. Kedua penumpang taksi itu laki-laki dan perempuan anak baru gede (ABG). Wajah kedua pelaku terlihat jelas saat rekaman kamera CCTV diputar.

“Ada rekaman kamera CCTV yang menjadi modal untuk mengungkap identitas pelaku,” kata dia, Rabu.

Si perempuan duduk di samping sopir. Sementara yang laki-laki duduk di jok tengah di belakang sopir. Setiba di lokasi kejadian, si laki-laki langsung menjerat leher Sumarno menggunakan kabel.

Sedangkan si perempuan mengeluarkan pisau cutter dari sakunya. Dia langsung menyayat tangan Sumarno yang berusaha sekuat tenaga melepas jeratan kabel di lehernya.

“Kondisi di sekitar lokasi kejadian cukup sepi. Kedua pelaku langsung melarikan diri setelah gagal merebut kunci mobil taksi. Saat melarikan diri, pelaku sempat membuang jaket di pinggir jalan,” ujar dia.

Iwan optimistis mampu mengungkap kasus percobaan perampokan sopir mobil taksi yang kali pertama terjadi di Sukoharjo itu. Penyidik mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil taksi, patahan pisau cutter, dan kabel.

Lebih jauh, Iwan mengimbau para sopir taksi ekstra waspada saat menerima order penumpang terutama pada malam hari. “Kasus ini kali pertama di Sukoharjo. Kami bakal berkoordinasi dengan Polda Jateng. Semoga peralatan teknologi Polda Jateng mampu mengungkap identitas pelaku,” tutur dia.

Sementara itu, perwakilan operasional Gojek Solo Baru, Bambang Ruji Sasongko, menyatakan bakal membantu polisi melacak akun Gocar pelaku perampokan tersebut. Para driver Gocar merupakan mitra kerja yang harus diberi perlindungan saat bekerja di lapangan.

“Sebisa mungkin kami membantu polisi dengan melacak akun konsumen Gocar,” kata dia.