Terungkap Berkat Sidik Jari, Begini Kronologi Pembobolan Luwes Sragen

Sisa uang di brankas Toserba Luwes Sragen yang tak berhasil dibawa kabur pencuri, Kamis (31/1 - 2019). (Istimewa)
06 Februari 2019 16:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen telah memeriksa tiga pelaku pembobolan brankas milik Toserba Luwes Jl. Raya Sukowati No. 386 Sragen yang tertangkap pada Minggu-Selasa (3-5/2/2019).

Dari pemeriksaan bagaimana ketiga tersangka itu berbagi tugas dan beraksi. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan didampingi Kasatreskrim AKP Harno saat jumpa pers di Mapolres Sragen, Rabu (6/2/2019), mengungkapkan dari keterangan para tersangka, otak pembobolan brankas itu adalah Supriyanto yang tak lain si pembuat brankas.

“Supriyanto itu jadi otak dari pembobolan brankas. Pemetaan lokasi di Toserba Luwes, lokasi brankas, dan tempat brankas yang harus dilubangi itu semua berasal dari Supriyanto. Eksekutornya Narwan alias Iwan. Sedangkan Risang ini pendatang baru yang semula hendak membantu Iwan tetapi akhirnya memilih mengawasi di luar bersama Supri,” jelas Yimmy.

Supriyanto, 34, merupakan warga Dagen RT 006/RW 007, Kelurahan Suruh, Tasikmadu, Karanganyar. Narwan Lusdiyanto alias Iwan, 37, tercatat sebagai warga Dukuh Karang Mendeng RT 002/RW 013, Desa Gebyok, Mojogedang, Karanganyar. Sedangkan Risang Gilang Purboyo, 20, warga Suruh Jetis RT 006/RW 002, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar.

Yimmy menjelaskan Iwan sang eksekutor masuk Toserba Luwes saat jam buka. Saat Toserba Luwes Sragen tutup pada pukul 21.00 WIB, Rabu (30/1/2019), Iwan bersembunyi di arena mainan anak di lantai II Toserba Luwes.

Saat beraksi, jelas Kapolres, Iwan sempat mengambil 26 jam tangan di konter jam dekat arena permainan itu. Kemudian, Iwan mengambil sejumlah peralatan seperti kepingan gerinda, kunci inggris, mata bor, kikir, dan lain-lain.

“Iwan kemudian menuju lokasi brankas. Ternyata peralatan ada di Luwes semua. Alat yang ia bawa justru tidak terpakai," ujar Kapolres.

Setelah berhasil membobol brankas, Iwan membawa uang dari brankas menggunakan dua tas ransel. Ia keberatan ketika harus membawa seluruh uang dari brankas senilai Rp2,5 miliar.

"Akhirnya yang ditinggal Rp300 jutaan dan yang dibawa Rp2,2 miliar. Uang yang dibawa itu berupa pecahan Rp100.000,” jelas Yimmy.

Yimmy melanjutkan Iwan membawa uang itu menggunakan motor Honda Revo warna hitam dengan pelat nomor yang terpasang AD 5233 AIF. Di luar Toserba Luwes ada Supriyanto dan Risang yang siap dengan motor masing-masing, yakni Honda Beat warna putih-biru berpelat nomor AD 3333 AUF dan Honda Beat warga merah berpelat nomor AD 9111 ALF.

Yimmy menyampaikan saat aksi itu hujan gerimis dan penjaga malam Toserba Luwes tertidur pulas. “Mereka kabur membawa uang Rp2,2 miliar itu. Kami menemukan sejumlah sidik jari di lokasi brankas. Sidik jari itu menjadi kunci untuk melacak pelaku," imbuh Kapolres.

Selain itu ada juga keterangan dari sejumlah saksi bahwa brankas tersebut baru dibeli enam bulan lalu. "Dari hasil penyelidikan, kami berhasil membekuk Supriyanto terlebih dulu di Karanganyar yang merupakan otak pembobolan brankas,” ujarnya.

Pada enam bulan lalu, kata Kapolres, Supriyanto sempat menawarkan brankas kepada sejumlah Toserba Luwes dan salah satunya di Sragen dan Ngawi. Dia menjelaskan dari keterangan Supriyanto inilah kemudian berhasil membekuk Iwan di Banjarnegara dan Risang di Karanganyar.

“Supriyanto ini memang tukang buat lemari besi atau brankas. Brankas yang dijual ke sejumlah Toserba Luwes itu senilai Rp23,5 juta per unit. Jadi Supri yang buat sendiri dan kemudian dibobol sendiri. Brankas di Toserba Luwes Ngawi dibobol tahun lalu dengan hasil Rp600 juta. Kemudian pada akhir Januari lalu membobot brankas di Toserba Luwes Sragen dengan hasil Rp2,2 miliar,” tuturnya.