Didahului Suara Ledakan, 3 Bangunan Terpisah Karanganyar Terbakar Bersamaan

Salah satu bangunan tempat usaha yang terbakar di Karanganyar, Rabu (6/2/2019). (Solopos - Sri Sumi Handayani)
06 Februari 2019 18:40 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Tiga tempat usaha semi permanen milik warga Karanganyar dan Karangpandan dilalap api pada waktu nyaris bersamaan, Rabu (6/2/2019) dini hari.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi kejadian, tiga tempat usaha itu yakni wedangan di Kampung/Kelurahan Gayamdompo, RT 001/RW 010, Kecamatan Karanganyar; usaha batako dan bengkel motor di Dukuh Ngringin RT 002/RW 011, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan; dan warung soto di Dukuh Ngunut RT 002/RW 001, Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan.

Tiga tempat usaha itu berada di satu jalur yakni jalan lama Karanganyar-Karangpandan atau jalan alternatif Bejen dan jalan Bangsri. Usaha wedangan di tepi jalan alternatif Bejen itu milik perempuan lanjut usia (lansia), Ngadinem, 73.

Cucu Ngadinem, Nining Wulandari, menceritakan kebakaran kali pertama diketahui pukul 00.30 WIB. Wedangan buka pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Nining menceritakan simbahnya menggunakan kayu untuk memasak di warung.

"Pas tutup, api pembakaran kayu langsung diguyur air. Listrik cuma untuk lampu depan. Pas kejadian simbah katanya dengar suara letusan beberapa kali. Dia kira tetangga sedang ngusungi kayu," kata Nining saat berbincang dengan wartawan di sekitar lokasi kejadian.

Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan mengambil air dari sungai di depan rumah. Api berhasil dipadamkan pukul 02.00 WIB. Barang dagangan, perlengkapan memasak, bumbu, meja, dan kursi, dinding dari anyaman bambu, dan atap dari bambu ludes dilalap api.

Kebakaran menyisakan bagian bawah dinding dari batako. Kejadian berikutnya pada usaha batako dan bengkel motor Sumber Makmur di jalan Bangsri, tepatnya Dukuh Ngringin RT 002/RW 011, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan.

Jarak lokasi pertama ke lokasi kedua sekitar dua kilometer. Pemilik usaha, Paryono, menyampaikan gudang di bagian belakang tempat usaha miliknya terbakar.

Gudang semi permanen itu digunakan menyimpan satu unit motor, satu unit molen untuk membuat beton, onderdil motor, ban bekas, dan lain-lain. Bangunan berukuran 6 meter x 4 meter itu berdinding anyaman bambu.

Bagian belakang bangunan adalah area persawahan. Warga di sekitar lokasi kejadian mengetahui kejadian itu dan berupaya memadamkan api menggunakan air dari sungai di depan tempat usaha.

"Yang terbakar dinding belakang dan atap. Saat kejadian di sini enggak ada orang. Biasanya anak saya dan teman-temannya mbengkel. Semua ludes kecuali molen. Yang terbakar mulai dari atap bagian tengah atas ke sisi timur. Molen di sisi barat. Padahal listrik di sisi barat," cerita dia sembari menunjukkan bekas kebakaran.

Paryono merasakan kejanggalan pada kejadian itu. Dia menduga kebakaran bukan karena hubungan pendek arus listrik.

Kejadian kali terakhir di warung soto milik Sudarti di Dukuh Ngunut RT 002/RW 001, Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan. Jarak lokasi kedua dan ketiga mencapai tiga kilometer.

Sudarti mengaku kali pertama mendengar suara menyerupai ledakan 00.30 WIB. "Rumah saya hanya beberapa meter dari warung. Saya dengar ledakan tiga kali. Saya keluar dan warung sudah terbakar. Isinya alat dapur dan kompor gas tetapi tabung di rumah saya bawa pulang. Enggak ada aliran listrik. Pas kejadian enggak mendengar suara mencurigakan," ungkap dia saat berbincang dengan wartawan di depan bekas warungnya.

Dia menduga kebakaran bukan karena hubungan pendek arus listrik. Salah satu dasarnya adalah listrik untuk penerangan di dekat warung mengambil dari rumahnya.

"Kalau penyebabnya hubungan pendek arus listrik, seharusnya listrik di rumah saya juga mati. Ini enggak apa-apa," tutur dia.

Sementara itu, Kapolsek Karangpandan, AKP Ibariyadi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, menyampaikan sedang menyelidiki kejadian tersebut. Polisi sudah mendatangi lokasi kejadian dan mengecek bekas kebakaran.

Sayangnya, kondisi tempat kejadian perkara (TKP) sudah berubah. Warga sudah membereskan bekas kebakaran.

"Kami sedang mendalami dan mengumpulkan keterangan saksi. Kami belum bisa menyimpulkan apakah terbakar atau dibakar. Kami mengimbau warga menghidupkan kembali siskamling di lokasi rawan dan jam rawan. Kami juga akan melakukan patroli yang ditingkatkan," kata dia saat ditemui wartawan di Mapolsek Karangpandan.