Pemkab Sukoharjo Siapkan Rp108 Miliar untuk Perbaiki 38 Ruas Jalan, Mana Saja?

Kondisi Jl. Merpati yang membujur dari Jl. Adi Sucipto, Blulukan, Colomadu, Karanganyar ke selatan sampai dekat Balai Desa Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (6/2/2019). (Solopos - Iskandar)
07 Februari 2019 08:30 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Proyek perbaikan ruas jalan di Sukoharjo menyedot anggaran senilai lebih dari Rp108 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan APBD Sukoharjo.

Anggaran itu untuk membiayai perbaikan sekitar 38 ruas jalan di Kabupaten Jamu. Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukoharjo, Sarjito, mengatakan bantuan DAK dari Kementerian PUPR senilai Rp18 miliar untuk membiayai perbaikan delapan ruas jalan.

Sementara Pemkab Sukoharjo mengucurkan dana senilai Rp90 miliar untuk membiayai perbaikan sekitar 30 ruas jalan. “Anggaran perbaikan jalan itu dari Kementerian [Kementerian PUPR] dan APBD Sukoharjo. Kami sudah memetakan kondisi ruas jalan yang mendesak diperbaiki pada 2019,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (6/2/2019).

Menurut Sarjito, kedelapan ruas jalan yang diperbaiki dari DAK Kementerian PUPR antara lain jalan Sukoharjo-Mulur, Gupit-Serut, Mulur-Sidan dan Telukan-Ngombakan. Kondisi ruas jalan itu rusak sedang hingga berat.

Aspal jalan mengelupas dan retak sehingga menimbulkan lubang jalan. Kondisi jalan juga bergelombang sehingga mengganggu kenyamanan para pengguna jalan.

Perbaikan ruas jalan berdasarkan skala prioritas lantaran keterbatasan anggaran daerah. Sarjito memprioritaskan ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat dan kerap dilewati para pengguna jalan.

“Kami tak hanya melakukan pemeliharaan jalan melainkan peningkatan ruas jalan di sejumlah lokasi. Misalnya, ruas jalan Mulur-Sidan yang kondisinya rusak,” ujar dia.

Sarjito memperkirakan perbaikan jalan akan dimulai pertengahan tahun ini. Saat ini, ia tengah melengkapi berkas administrasi proses lelang perbaikan jalan.

Proses lelang membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Terlebih, saat ini masih musim penghujan sehingga tak mungkin mengerjakan proyek perbaikan jalan.

Lebih jauh, Sarjito meminta agar para pengguna jalan bersabar lantaran pengerjaan proyek perbaikan jalan harus melalui mekanisme proses lelang.

“Paling cepat proyek dikerjakan mulai Mei atau Juni. Intinya setelah proses lelang rampung baru bisa dikerjakan.”

Sementara itu, seorang warga Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Nunung, mengatakan jumlah lubang di sepanjang jalan Gentan-Bakalan makin bertambah. Lubang jalan itu kian melebar lantaran kerap dilewati kendaraan bertonase tinggi seperti truk.

Para pengendara sepeda motor sering terjatuh lantaran terperosok lubang jalan saat turun hujan. Nunung meminta instansi terkait segera turun tangan menambal lubang jalan agar tak terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa.