Pulang dari RSJ, Perempuan Sragen Terjun ke Bengawan Solo

Tim SAR dan Polsek Plupuh berkoordinasi mencari Erni Ermawati,30, yang diduga hanyut di Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Butuh, Gedongan, Plupuh, Sragen, Kamis (7/2 - 2019) malam. (Istimewa)
07 Februari 2019 23:02 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang perempuan asal Dukuh Bulakrawe RT 010, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Sragen, terjun ke Sungai Bengawan Solo, Kamis (7/2/2019) pukul 15.30 WIB. Insiden itu terjadi sepekan setelah dia pulang dari rumah sakit jiwa (RSJ).

Perempuan bernama Erni Ermawati, 30, itu diduga terjun ke Bengawan Solo di dekat Jembatan Layang di Dukuh Butuh RT 008, Gedongan. Sebelum terjun ke sungai, Erni yang baru sepekan pulang dari RSJ itu sempat berpamitan dengan keluarganya.

Hingga Kamis malam pukul 22.00 WIB, tim search and rescue (SAR) yang dikerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen belum menemukan Erni. Kepala Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono bersama Kapolsek Plupuh AKP Sunarso akhirnya menghentikan sementara pencarian.

"Untuk sementara pencarian dihentikan karena arus air Bengawan Solo deras. Pencarian dilanjutkan besok pagi," ujar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Plupuh AKP Sunarso saat dihubungi Solopos.com, Kamis malam.

Sunarso menjelaskan Erni sempat pamit ke ibunya, Sukiyem, pada pukul 13.30 WIB untuk pergi ke rumah kakaknya, Paryono. Pada pukul 14.30 WIB, Sukiyem mencari Erni ke rumah Paryono tetapi tidak menemukan Erni di sana.

Pada pukul 15.00 WIB, warga bernama Sukijan, 50, melihat Erni di Jembatan Layang Butuh yang menghubungkan ke Jantran, Pilang, Masaran. Sukiyem kemudian mencari Erni ke jembatan sesuai informasi dari Sukijan, namun tak menemukan Erni.

"Tetapi [Sukiyem] menemukan sandal jepit milik Erni dan sepeda angin mini warna biru yang digunakan Erni dari rumah. Sukiyem memberitahu Paryono. Warga sekitar bersama Paryono mencari korban di sekitar sungai dan jembatan. Pada pukul 17.30 WIB, warga lapor ke Polsek Plupuh," kata Sunarso.

Dia menambahkan dari keterangan warga menyebutkan Erni mengalami gangguan jiwa dan baru pulang dari rumah sakit jiwa empat hari lalu. Dari keterangan warga, kata Sunarso, Erni pernah hendak bunuh diri ke sumur tetapi berhasil digagalkan.

Sekretaris Desa Gedongan, Mulyadi, menambahkan dari temuan sandal dan sepeda serta di pinggir sungai, maka Erni dipastikan diduga bunuh diri dengan terjun ke sungai.

"Erni mengalami gangguan jiwa sejak tiga tahun. Biasanya normal. Baru sepekan, ia pulang dari rumah sakit jiwa. Lokasi terjunnya Erni berada dekat Makam Joko Tongkir di Butuh. Penyebab gangguan jiwanya tidak tahu. Stresnya ga parah, kadang cuma sering melamun," katanya.