Embung Giriroto Boyolali Jadi Pemicu Perekonomian Rakyat

Warga berwisata di Embung Giriroto, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. - solopos.com / Nadia Lutfiana Mawarni
07 Februari 2019 03:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Selesainya pembangunan Embung Giriroto, Ngemplak, Boyolali membawa optimisme pemerintah desa setempat untuk menggerakkan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). BUM Desa menjadi salah satu sarana untuk menarik peran aktif masyarakat dalam pembangunan desa. Bukan hanya pemerintah, namun warga lokal perlu mendapatkan ruang untuk merasakan dampak langsung, terutama secara ekonomi.

Kepala Desa Giriroto, Purwanto, menyatakan BUM Desa seharusnya memberikan keuntungan kepada banyak pihak terutama masyarakat. “Hal ini juga untuk mendorong warga supaya mau kembali membangun desa,” kata dia ketika berbincang dengan solopos.com pekan lalu.

Desa Giriroto bakal merilis BUM Desa Girimandara sebagai upaya pengelolaan embung berbasis kemasyarakatan. Purwanto menambahkan Girimandara merupakan akronim dari Giriroto yang mandiri dan sejahtera. “Karena visi desa sejak awal adalah melibatkan masyarakat secara aktif,” imbuh dia.

BUM Desa ini akan berupa wahana embung, tempat menarik untuk swafoto, dan sentra kuliner. Ke depan akan ada bumi perkemahan dan area permainan luar ruang (outbond). “Namun pengembangan itu akan dilaksanakan secara bertahap,” imbuh Purwanto. Saat ini untuk memperlancar BUMDesa, pihaknya juga telah mempersiapkan sepuluh gerobak yang bakal digunakan warga untuk berjualan kuliner tradisional. Di samping itu, embung telah dilengkapi dengan tiga perahu bebek yang disewakan dengan tarif Rp10.000 per bebek. Wahana perahu bebek inilah yang menjadi pemasukan awal BUM Desa.

Saat ini, meski embung masih dalam masa pemeliharaan, pihaknya mempersilakan warga yang ingin berkunjung. “Meski belum resmi dibuka, pengunjung tetap dipersilakan, asal menjaga ketertiban,” imbuh dia. Terutama agar warga yang berbondong-bondong datang tidak merusak fasilitas yang sudah ada. Juga tidak mencoret-coret fasilitas umum secara sembarangan atau aksi vandalisme.

Sebelumnya, pengawas Embung Giriroto, Kuswinoto Atmojo, menyayangkan perilaku masyarakat yang terkesan tidak tertib dalam memasuki kawasan wisata tersebut. Pasalnya, meski masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan, pengunjung sudah berbondong-bondong mengunjungi embung.