Angin Ribut, 40 Rumah di Juwangi Boyolali Rusak, 2 Keluarga Mengungsi

Kondisi rumah warga Dukuh Melikan, Desa Keyen, Juwangi, yang rusak akibat angin kencang. (Istimewa - M.Irawan)
07 Februari 2019 12:20 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Hujan disertai angin ribut yang melanda Dukuh Melikan, Desa Keyen, Kecamatan Juwangi pada Selasa (5/2/2019) sore sedikitnya merusak 40 rumah. Data tersebut dihimpun oleh tim sukarelawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Boyolali hingga Rabu (6/1/2019) malam.

Salah satu anggota Tagana yang bertugas di desa tersebut, Mohammad Irawan, menyebutkan angin ribut di Desa Keyen didahului hujan lebat yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kecamatan Juwangi. “Akibatnya satu rumah roboh,” ujar Irawan kepada Solopos.com, Kamis (7/2/2019) pagi.

Rumah tersebut diketahui milik Wagiman, warga Dukuh Melikan RT 021/RW 006. Rumah tersebut merupakan rumah permanen dengan dinding batu bata dan atap berupa genting.

Mengungsi

Selain itu, rumah milik Siswanto, warga Dukuh Gombol RT 022/RW 006, Desa Keyen rusak berat hingga nyaris roboh. Saat kejadian berlangsung istri Siswanto bernama Kartini yang sedang menyusui tertimpa lemari kayu.

Kedua keluarga itu kini mengungsi di rumah kerabat masing-masing.

Selain rumah Siswanto dan Wagiman, sedikitnya terdapat 38 rumah lain yang diketahui rusak ringan. Kerusakan mencakup atap rumah yang terbawa angin. Rumah-rumah tersebut tersebar di RT 020, RT 021, RT 022, dan RT 023. Semuanya terletak di Dusun Melikan RW 006. Perinciannya lima rumah di RT 020, empat rumah di RT 021, serta 31 rumah di RT 022 dan RT 023.

Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian ini. Namun, warga yang menjadi korban angin kencang membutuhkan bantuan terpal, matras, selimut, serta obat-obatan.

Camat Juwangi, Agus Supriyadi, mengatakan pemerintah Kecamatan Juwangi telah meninjau secara langsung lokasi bencana Rabu (6/1) malam. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali terkait barang-barang yang dibutuhkan bagi para pengungsi.

Saat ini warga bersama tim Tagana melakukan kerja bakti membersihkan puing bangunan dan memperbaiki atap rumah yang rusak.