Awan Panas Guguran Merapi Sebabkan Hujan Abu di Cepogo Boyolali

Abu menempel pada tangki sepeda motor yang diparkir di luar ruangan di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Kamis (7/2/2019) petang. (Istimewa - Triyono)
07 Februari 2019 21:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Hujan abu tipis kembali mengguyur wilayah Boyolali, sekitar pukul 19.20 WIB, Kamis (7/2/2019). Hujan abu dirasakan warga di wilayah Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Sekretaris desa (sekdes) setempat, Triyono, mengatakan hujan abu tipis terlihat dari sorot lampu kendaraan yang melintas. Selain itu, abu yang sudah jatuh juga tampak di jok-jok kendaraan roda dua yang diparkir di luar ruangan.

“Genting terjadi hujan abu tipis pukul 19.20 WIB terlihat dari jok motor dan sorot lampu kendaraan,” ujarnya kepada Solopos.com.

Dia menambahkan hujan abu tidak berlangsung lama. Selain itu, aktivitas warga tidak terganggu akibat hujan abu itu karena sebagian besar sudah berada di dalam rumah.

“Tidak mengganggu aktivitas warga,” imbuhnya.

Sementara itu, pada Kamis, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan peringatan mengenai awan panas dari Gunung Merapi.

Peringatan tersebut disampaikan melalui akun Twitter resmi BPPTKG, @BPPTKG. “Awan panas guguran teramati di Gunung #Merapi pukul 18.28 WIB, dengan jarak luncur ±2 km ke arah hulu Kali Gendol, amplitudo 70 dengan durasi 215 detik. #statuswaspada,” tulis BPPTKG yang diunggak sekitar pukul 19.00 WIB.

Pada postingan berikutnya, BPPTKG menyatakan aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan hujan abu di wilayah lereng gunung. “Awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu, sehingga #WargaMerapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.”