Asyik! Dishub Klaten Siapkan 15 Bus Sekolah

Bus sekolah gratis dari Pemkot Madiun,Kamis (24/1 - 2019), diuji coba sebelum beroperasi pada 1 Februari mendatang, (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
07 Februari 2019 06:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten menggandeng Perusahaan Umum (Perum) Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (Damri) pusat menyiapkan 15 bus sekolah.

Persiapan pengadaan bus sekolah itu tinggal menunggu surat izin Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Dishub Klaten tak mampu menyediakan bus sekolah jika dananya dari APBD Klaten.

Padahal, bus sekolah sangat dibutuhkan. Selain mendukung fasilitas pelajar di perkotaan, bus sekolah juga sangat dibutuhkan bagi pelajar di perdesaan. Keberadaan bus sekolah diyakini juga dapat mengurangi angka kecelakaan di Kabupaten Bersinar.

“Kami berharap realisasi pengadaan bus sekolah dapat dilakukan secepatnya. Semoga izin gubernur dapat keluar dalam waktu dekat. Dengan adanya bus sekolah, para pelajar dapat menggunakan fasilitas ini. Salah satu penyumbang angka kecelakaan lalu lintas di Klaten kan berasal dari pelajar juga,” kata Kepala Dishub Klaten, Slamet Widodo, kepada Solopos.com, Rabu (6/2/2019).

Slamet Widodo mengatakan rencana pengadaan bus sekolah sudah disosialisasikan ke penyedia jasa angkuan di Kabupaten Bersinar. Sebagian besar pengelola bus di kalangan swasta sudah menyetujui rencana pengadaan bus sekolah.

“Sesuai rencana, rute bus sekolah ini dari Klaten ke arah Karanganom dan Janti. Selain banyak pelajar, di daerah itu juga ada objek wisata. Potensi pengguna bus sekolah masih banyak,” katanya.

Slamet Widodo mengatakan pengadaan bus sekolah menjadi bagian dari program Pemkab Klaten untuk memberikan fasilitas ke para pelajar. Rencana pengadaan bus sekolah juga selaras dengan banyaknya pengelola bus swasta yang kukut dalam beberapa dekade terakhir di Klaten.

“Bus sekolah ini diharapkan menjadi solusi bagi penurunan angka kecelakaan. Di samping itu, agar para pelajar tidak mengendarai kendaraan pribadi saat pergi ke sekolah,” katanya.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Adhytiawarman Gautama Putra, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan angka kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan hingga 3,5 persen. Sepanjang Desember 2018, ada 114 kejadian kecelakaan lalu lintas. Jumlah itu naik menjadi 118 kejadian pada Januari 2019.

“Sosialisasi ke seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya menaati peraturan lalu litas terus kami lakukan. Hal itu termasuk sosialisasi ke sekolah-sekolah,” katanya.