Gagal Nagih Utang, Warga Solo Tembaki Keluarga Mantan Pacar Pakai Airsoft Gun

Tersangka perusakan rumah warga di Manyaran, Wonogiri, Wiji Winarno, 39, warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, diperiksa petugas di Mapolsek Manyaran, Rabu (6/2 - 2019).(Istimewa/ Humas Polres Wonogiri)
07 Februari 2019 06:43 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Wiji Winarno, 39, ditangkap polisi karena menembaki keluarga mantan kekasihnya di Jatibeduk RT 002/RW 003, Punduhsari, Manyaran, Wonogiri menggunakan air softgun, Rabu (6/2/2019) pukul 08.00 WIB. Lelaki itu juga merusak rumah korban menggunakan celurit. Dia mengamuk karena kesal upayanya menagih utang kepada mantan kekasihnya senilai Rp1,5 juta tak membuahkan hasil.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu siang, saat itu Wiji mendatangi rumah mantan kekasihnya, Iin Karlina, 30, sambil membawa air softgun dan sebilah celurit. Iin dan ibunya, Menik 50, berada di ruang makan saat Wiji datang.

Lelaki tersebut langsung masuk ke rumah mencari Iin. Setelah menemukan Iin dan ibunya, Wiji menembaki mereka. Beruntung, tembakan tidak mengenai karena mereka langsung lari menyelamatkan diri ke rumah tetangga. Wiji mengejar mereka tetapi dia kehilangan jejak. Lalu dia kembali ke rumah Iin.

Kesal karena upayanya menagih utang tak membuah hasil, Wiji merusak kaca dinding rumah menggunakan celurit. Setelah merusak, dia tetap berada di rumah tersebut menunggu Iin pulang. Warga pemilik rumah yang dijadikan tempat bersembunyi Iin dan ibunya meminta mereka melapor ke polisi. Tak lama mereka melapor. Tak berselang lama, polisi datang dan langsung menangkap pelaku yang masih berada di rumah korban. Saat itu pelaku sudah akan pulang.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, saat dihubungi Espos, mengatakan Wiji datang mencari Iin menagih utang senilai Rp1,5 juta. Dulu Wiji menyerahkan uang itu kepada Iin melalui transfer, sekitar tiga pekan lalu. Wiji mengetahui nomor rekening bank Iin karena keduanya pernah dekat. Dahulu mereka memiliki hubungan asmara. Berdasar hasil pemeriksaan narkoba, urine Wiji positif mengandung amphetamine atau zat kimia unsur domain dalam narkoba jenis ekstasi.

“Tersangka [Wiji] kami jerat dengan UU Darurat [UU No. 12/1951] karena membawa senjata tajam dan Pasal 406 KUHP tentang Perusakan,” kata Aditia mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.