Siswa SMP Muh PK Solo Belajar Menulis Cerpen Bareng Tias Tatanka

Ilustrasi: Siswa SMP Muh. Program Khusus Kota Solo - Dok
08 Februari 2019 09:20 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Kepala SMP Muhammadiyah PK Solo, Muhdiyatmoko, berharap siswa mengembangkan ide-ide terpendam pada diri mereka. “Kita tidak tahu bagaimana siswa mengembangkan ide mereka. Dengan acara ini saya harapkan anak-anak termotivasi untuk membuat cerpen agar bisa dibukukan oleh sekolah,” ujar Muhdiatmoko saat ditemui Solopos.com di ruangannya, Kamis (7/2/2019).

Ia mengajak siswanya mengembangkan literasi daripada harus memainkan gawai miliknya. “Memang sulit memerangi anak agar tidak kecanduan gawai, tetapi kami mempunyai metode khusus agar anak tetap tertarik untuk menulis dan membaca,” ujar Muhdiatmoko.

Ia menginginkan keterampilan menulis cerpen menjadi kemampuan yang dimiliki siswa. Ini salah satu ilmu yang selalu berkembang. "llmu menulis cerita pendek yang diterima oleh siswa dalam pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan pada masa yang akan datang meskipun mereka sudah lulus sekolah, terlebih bagi siswa yang berkeinginan menekuni dunia menjadi seorang penulis," ujar Muhdiatmoko.

Salah satu siswa kelas VIIC, Shafa Nabila, tertantang dengan kegiatan ini. Selama ini dia tak pernah mengetahui teknik-teknik penulisan. “Aku memang kalau menulis asal aja. Belum tahu bagaimana cara menulis yang benar dan bagaimana membuat orang juga merasakan tulisan kita,” ujar Shafa. 

Tias Tatanka mengatakan anak-anak selalu mengikuti pola kehidupannya di lingkungan. Mereka melihat dan mencontoh perilaku orang tuanya.

“Jadi kalau mau anaknya cinta buku, harus dimulai dari kedua orang tua. Enggak cuma satu ya. Harus ayah dan ibu yang mencontohkan. Dari sebuah buku dapat dijadikan beragam permainan, kuis. Orang tua harus inovatif kalau mau anaknya terpancing. Kalau cuma disodori buku, suruh baca, enggak akan jalan. Dampingi anak saat buka buku, ikut membaca dan jadikan itu sebagai kegiatan menyenangkan,” ujar istri penulis novel Gol A Gong itu.