Dishub Solo akan Tambah Halte Portabel Koridor 4 BST

Bus Batik Solo Trans. (Solopos/Dok)
08 Februari 2019 03:24 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Dinas Perhubungan (Dishub) Solo berencana menambah halte portabel di jalur Bus Batik Solo Trans (BST) koridor 4 (Terminal Kartasura-Palur via Jl. Adisucipto). Rencana pemasangan dilakukan untuk membantu warga mengakses tempat-tempat yang dilewati Koridor 4 BST.

Kasi Angkutan Orang Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Dwi Sugiyarso, mengatakan halte portabel tersebut akan dipasang di beberapa lokasi yang sudah dipetakan dan disurvei pada Kamis (7/2/2019).

Halte portabel tersebut terutama akan dipasang di tempat turun atau naik penumpang yang sekiranya representatif. Dia mencontohkan di De Tjolomadoe juga dapat menjadi salah satu pilihan dipasang halte portabel. Agar masyarakat mudah untuk mengakses menuju museum tersebut. Memilih De Tjolomadoe sebagai salah satu yang rencananya dipasang halte portabel, dikarenakan awalnya De Tjolomadoe tidak terdapat tempat destinasi wisata maupun kegiatan di museum tersebut.

"Tambahan halte portabel koridor 4 masih dalam tahap perencanaan karena kami juga harus koordinasi dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo. Saat ini yang sudah terpasang di lokasi berjalannya koridor 4 sekitar 40-an halte," papar Dwi.

Mengenai halte-halte di koridor 4 yang akan diganti dengan halte permanen, Dwi menjawab harus melihat lokasi halte portabel.

"Permasalahan yang dihadapi di Solo itu lahan yang sempit karena keterbatasan lahan. Makanya kami mencari cara atau strategi. Awalnya kami pasang portabel. Kami juga sudah komunikasi dengan warga mengenai pemasangan halte di fasilitas umum, sosialisasi kepada warga mengenai pemasangan halte juga harus dilakukan," jelas Dwi.

Selain itu halte portabel yang berada di selatan Faroka dan Sekarpace juga telah diambil. Dua halte tersebut akan menjadi tambahan pemasangan halte portabel di Koridor 4. "Di dua tempat itu juga sudah terpasang halte permanen. Makanya kami tak masalah mengambil kembali dua halte tersebut," urai Dwi.

Selama ini, mengenai pemasangan halte portabel, Dwi menyatakan tidak ada penolakan dari warga. Hal itu dikarenakan sudah ada sosialisasi dan diskusi mengenai pemasangan halte. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) apabila akan dipasang halte permanen.
"Pembangunan permanen selalu koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Alhamdulillah berjalan lancar," kata Dwi.