Pemkab Sukoharjo Gandeng Dunia Usaha Tuntaskan RTLH

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menyerahkan penghargaan Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan 2018 di Best Western Premiere Solo Baru Sukoharjo, Rabu (6/2 - 2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.) .
08 Februari 2019 13:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo gencar menggandeng dunia usaha di wilayah Kabupaten Makmur guna merampungkan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Perbaikan RTLH menjadi skala prioritas program kerja Pemkab Sukoharjo. Jika merujuk data, terdapat 14.150 unit rumah di wilayah Kabupaten Makmur masuk kategori RTLH.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan pengentasan program RTLH dikerjakan pemkab tidak hanya mengandalkan APBD Kabupaten Sukoharjo, melainkan kucuran bantuan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Tengah maupun dana alokasi khusus (DAK). Selain itu pemkab juga menggandeng perusahaan-perusahaan melalui corporate sosial responsibility (CSR) dalam program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

"Kami tidak mungkin menyelesaikan sendiri dengan APBD. Karena anggaran terbatas dan kebutuhannya cukup tinggi," kata Bupati di sela Penyerahan Penghargaan TJSLP Kabupaten Sukoharjo bersama Dunia Usaha di Hotel Best Western Premiere Solo Baru, Rabu (6/2/2019).

Menurut Bupati, penanganan RTLH dikerjakan Pemkab secara bertahap. Keterlibatan dana CSR digunakan untuk perbaikan RTLH agar mencapai lingkungan rumah sehat dan memberi kenyamanan bagi warga. Hal ini sekaligus upaya Pemkab dalam mengentaskan kemiskinan. Tanggungjawab sosial perusahaan tersebut diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sukoharjo Nomor 15 Tahun 2016 serta peraturan bupati Nomor 90 Tahun 2017 tentang petunjuk pelaksana TJSLP.

"Saat ini baru 50 perusahaan dari ratusan perusahaan skala menengah dan besar yang melaksanakan program TJSLP," katanya.

Berdasarkan laporan dari 50 perusahaan sampai dengan 31 Desember 2018, dana program TJSLP untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Sukoharjo senilai Rp9.993.560.459. Program TJSLP dikerjakan dalam empat bidang yakni sosial, kesehatan, pendidikan, fisik dan disabilitas. "Kami mendorong perusahaan lain untuk masuk dalam program TJSLP. Nanti kami upayakan mereka yang belum tergabung untuk ikut TJSLP," katanya.

Plt Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelbangda) Djoko Indrianto mengatakan TJSLP merupakan komitmen perusahaan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik perusahaan, komunitas dan masyarakat. TJSLP ini dikelola oleh forum yang merupakan lembaga yang diinisiasi oleh unsur masyarakat, perusahaan dan perguruan tinggi dan difasilitasi Pemkab Sukoharjo. Tujuan Forum TJSLP ini yaitu mengoptimalkan implementasi peran perusahaan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Untuk memotivasi para pelaku usaha agar terpicu berlomba-lomba maka Pemkab mengadakan pemberian penghargaan dan apresiasi terhadap perusahaan yang telah berkomitmen melaksanakan TJSLP,” katanya.

Sebanyak 10 perusahaan di Kabupatan Sukoharjo mendapatkan penghargaan TJSLP 2018 yaitu  PT Sritex, Bank Jateng, PT Hidup Baru Plasindo, PT Index, PT Konimex, PT Rayon Utama Makmur, RS Dr Oen Soba, RS Nirmala Suri, RSKU Karima Utama, The Park Mall. Kegiatan TJSLP Award 2018 merupakan kali pertama dilakukan di Kabupaten Sukoharjo. Penghargaan ini merupakan strategi Pemkab dalam memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah melaksanakan TJSLP dan ajang 'mengajak' perusahaan lain untuk melakukan TJSLP.