Talut Rp2,9 M di Sukodono Sragen Ambrol, Begini Komen Warganet

Kondisi talut yang ambrol di jalan Gonggangan-Juwok, Sukodono, Sragen, Selasa (5/2/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
08 Februari 2019 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Talut senilai Rp2,9 miliar yang merupakan bagian dari proyek peningkatan jalan Gonggangan-Juwok, Kecamatan Sukodono, Sragen, rusak. Talut sepanjang 1,6 kilometer itu rusak di tiga lokasi. Padahal, proyek tersebut selesai sekitar tiga bulan lalu.

Diberitakan Solopos.com, Selasa (5/2/2019), talut ambrol di toga lokasi berbeda dengan panjang sekitar 60-an meter. Talut pertama yang ambrol berada di Dusun Gonggangan, Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Sragen yang panjangnya sekitar 10 meter.

Sementara lokasi kedua dan ketiga talut yang ambrol itu berada di dekat jembaran Dusun Juwok, Desa Juwok, Sukodono, Sragen. Kedua talut itu masing-masing berukuran panjang 25 meter. Kabar soal talut di Sukodono, Sragen, yang ambrol tersebut menuai beragam komentar dari warganet.

"Kali, pemborongnya yang pembohong tinggal kasih sanksi aja. Biasa garansi enam bulan. Masih ada dana yang ditahan sampai garansi habis," komentar Asih Utami Asih Utami melalui kolom komentar di akun Facebook Solopos.com.

"Proyek maincont ke subcont ke subcont lagi dan seterusnya. Anggaran semakin menipis. Jadi, kualitas menurun. Begitulah hasilnya," sambung Rio Supriyono.

"Kebanyakan proyek di Indonesia separuhnya dikorupsi. Jadi, semua bangunan jadi enggak kuat sempat rusak. Lihat bangunan Belanda yang cara pembangunannya bebas korupsi. Kuat-kuat walau sudah puluhan tahun bahkan 100-an tahun," imbuh Restu Aji Samber Nyowo.

Ambrolnya talut di tiga lokasi berbeda tersebut mengakibatkan munculnya rongga di bawah beton jalan. Lebar rongga tersebut mencapai sekitar 1 meter dengan ketinggian sekitar 30 cm. Warga khawatir rongga yang muncul di bawah lapisan beton tersebut mengakibatkan jatuhnya korban. Warga kemudian bekerja bakti untuk memberi palang bambu tanda bahaya bagi pengguna jalan pada Selasa pagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Marija, mengatakan kerusakan talut di tiga lokasi itu karena gelontoran air hujan yang cukup deras. Menurutnya, proyek peningkatan jalan tersebut dikelola Pemerintah Kabupaten Sragen melalui rekanan.

Adapun sumber dana proyek tersebut berasal dari bantuan keuangan Pemprov Jateng senilai Rp2,9 miliar. “Itu masih dalam masa pemeliharaan oleh rekanan. Tadi pagi [kemarin] sudah dicek dan segera diperbaiki oleh rekanan,” terang Marija.