Desa Karanglo Karanganyar Dorong Pengembangan UKM Pertanian dan Peternakan

Warga Desa Karanglo memahat kayu membuat ukiran pada bahan mebel. - Istimewa / Dokumentasi Dinas Kominfo Karanganyar
08 Februari 2019 04:00 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR - Desa Karanglo adalah salah satu desa di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Karanglo berjarak 23 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten Karanganyar atau Kantor Bupati Karanganyar. Desa yang memiliki luas wilayah 8.745 hektare (ha) ini didominasi wilayah persawahan, ladang, dan area perkebunan. Tahun lalu, Desa Karanglo meraih juara dua nasional dalam Lomba Desa Nasional  2017.

Capaian yang membutuhkan usaha maksimal dari pemerintah desa, warga, dan dukungan Pemkab Karanganyar. Sejumlah kriteria harus dipenuhi, beberapa di antara adalah kinerja desa, profil desa, keunggulan desa, dan lain-lain.  Ada sejumlah keunggulan yang dimiliki desa yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 2019 ini. Salah satunya adalah ketika Pemkab Karanganyar meresmikan Kampung Matematika di desa ini pada 2016. Salah satu indikator keberhasilan adalah meningkatnya jumlah pelajar warga setempat yang mendapatkan nilai 10 dalam mata pelajaran Matematika saat ujian sekolah. Rombongan dari luar kabupaten maupun Provinsi Jawa Tengah berduyun-duyun ingin mengetahui konsep pembelajaran di Kampung Matematika.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Karanglo, Eko Jokowi, menyampaikan selain Kampung Matematika, Desa Karanglo memilki sejumlah usaha kecil menengah (UKM). Beberapa di antara pengolahan hasil pertanian, yaitu ubi menjadi keripik, grubi atau walangan, dan stik. “Basis industri rumah tangga. Produksi keripik mulai dari bahan baku hingga distribusi. Di sini satu tahun tanam dua kali, yakni padi dan ubi. Kami ini penghasil ubi jalar. Sebagian dijual mentah, diolah, dan menjadi pakan ternak,” kata Eko saat berbincang dengan solopos.com di Balai Desa Karanglo, Senin (4/2/2019) lalu.

Mengacu website Desa Karanglo, 16 UKM pengolahan ketela dan pisang tersebar di sejumlah dusun. Setiap UKM menyerap lima hingga sepuluh orang tenaga kerja. Produk telah dipasarkan di Pulau Jawa. Desa Karanglo juga memiliki usaha kerajinan kayu. Hasil produk mebel. Lelaki yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Tawangmangu, itu mengklaim tidak ada warga Karanglo menganggur. “Di sini enggak ada pengangguran karena banyak wirausaha. Ada 32 industri rumah tangga dan jumlah itu masih bertambah. Kami bekerja sama dengan dinas terkait untuk mendapatkan bantuan dalam bentuk pembinaan, pengadaan alat, dan modal. Itu untuk usaha yang sudah berjalan dan yang sedang merintis,” tutur Eko.

Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha dan Urusan Umum Desa Karanglo, Tukijo, menargetkan adanya pengembangan peternakan sapi potong dan pengelolaan sampah organik. Salah satu pertimbangan adalah warga memiliki dua hingga tiga ekor sapi di setiap rumah. Selain itu, warga gampang mendapatkan pakan. “Rumput banyak. Kalau pelihara sapi pakan dari daun ketela maupun ketela kecil hasil sortir. Jadi warga tanam ubi jalar itu tidak ada yang dibuang. Ubi besar layak masuk industri, ubi lain dibuat aneka makanan, ubi sisa untuk pakan ternak. Kalau pengelolaan sampah sudah mulai tahun 2018 oleh karang taruna,” tutur dia.