Pemkot Solo Sarankan Warga Gunakan IPAL Komunal

Pengendara motor melewati saluran pembuangan limbah yang bocor di Kampung Makam Bergolo RT 001/RW 009, Kelurahan Serengan, Senin (5/11 - 2018). (Solopos/Ratih Kartika)
09 Februari 2019 21:00 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengimbau warga dilingkungan padat penduduk untuk beralih dari septic tank on site ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Komunal. Hal ini lantaran banyaknya resapan dari septic tank on site berpotensi mencemari air tanah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo Ahyani mengatakan fungsi IPAL komunal di daerah padat penduduk sangat penting. Menurut dia, penggunaan septic tank on site yang ada di setiap rumah sebisa mungkin dialihkan ke IPAL komunal agar air tanah tidak tercemar rembesan septic tank.

“IPAL komunal sangat penting untuk menjaga kebersihan air. Di kawasan padat penduduk, sebisa mungkin septic tank on site dialihkan ke IPAL komunal. Karena rembesan septic tank yang banyak bisa mencemari air tanah,” jelasnya dalam acara Tembang Sinom di Kelurahan Setabelan, Banjarsari, Kamis (7/2/2019).

Ahyani mengatakan salah satu daerah yang membutuhkan IPAL komunal adalah Kelurahan Sangkrah. Sehingga, dengan adanya dana kelurahan dari pusat, diharapkan pembuatan IPAL komunal menjadi salah satu prioritas di kelurahan tersebut.

“Di sangkrah itu butuh IPAL komunal yang besar. Di daerah lain juga, seperti di Kelurahan Kadipiro, Semanggi, dan Setabelan. Sekarang akan ada dana kelurahan dari pusat, pembuatan IPAL komunal bisa diajukan untuk dijadikan prioritas,” imbuh dia.

Ahyani juga mengungkapkan pemerintah sudah memfasilitasi adanya IPAL komunal di beberapa tempat kawasan padat penduduk. Dia mengimbau agar masyarakat juga ikut membantu dengan merawat IPAL komunal.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo mengatakan pemahaman pentingnya sanitasi dan kebersihan air minum harus ditanamkan di masyarakat. Kedua hal tersebut menurutnya sangat penting bagi kesehatan.

“Mungkin masyarakat mempertanyakan kenapa perihal buang air saja harus diatur dan kelayakan air minum. Tapi semua hal itu penting karena sanitasi sangat penting bagi kesehatan masyarakat,” jelas dia.

Purnomo juga menjelaskan bahwa banyak pihak yang sudah membantu dalam hal sanitasi di Solo selain dari pemerintah. Salah satunya adalah bantuan dari CSR perusahaan dan organisasi sosial.

“Untungnya, ada banyak pihak yang membantu ketika pemkot belum bisa. Seperti Rotary yang membantu membangun IPAL komunal dan beberapa perusahaan lainnya juga,” kata dia.