Asyik, BPMKS di Solo Bisa Dibelanjakan April-Desember

Orang tua siswa pemegang kartu BPMKS antre di depan Toko Serba Penni di kawasan Singosaren, Solo, meski toko belum buka, Selasa (25/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
09 Februari 2019 10:20 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO –Sekretaris Disdik Solo, Unggul Sudarmo, memastikan pencairan BPMKS 2019 tidak akan ada kendala lagi. Selain sistem yang lebih mapan, jumlah toko mitra dan jenis barang yang disediakan juga akan dilakukan penambahan.

“Sudah ada beberapa toko yang mendaftar ke Disdik untuk menjadi toko mitra BPMKS. Nanti akan kami tambah toko mitra. Pada tahun lalu toko mitra BPMKS ada 15. Jumlahnya kami tambah sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya saat ditemui Espos di ruangan kerjanya di Disdik Kota Solo, Jumat (8/2/2019).

Ia mengatakan waktu pembelanjaan dana BPMKS lebih lama. “Untuk 500 siswa yang belum membelanjakan dana BMPKS tahun lalu mereka bisa membelanjakan pada Maret atau April. Untuk penerima lainnya dana juga akan bisa dibelanjakan  sampai Desember,” ujar Unggul.

Unggul mengatakan bagi siswa yang belum sempat membelanjakan dana BPMKS tahun lalu, tidak perlu khawatir. Uang tersebut tidak akan hilang. Justru akan dirapel dengan anggaran tahun ini. “Misalnya SD [sekolah dasar] mendapat dana bantuan Rp450.000. Kalau tahun lalu belum dibelanjakan, nanti tahun ini akan mendapat Rp900.000. Yang penting hak mereka tidak hilang,” ujar Unggul.

Unggul mengatakan waktu pencarian BPMKS tahun ini lebih panjang dibanding tahun lalu yang hanya dua pekan. “Saat ini SK [surat keputusan] sudah masuk ke Wali Kota, mudah-mudahan Februari sudah kelar. Kami harus taat aturan, saat ini prosedur sedang berjalan. Jika SK sudah kelar kami akan sosialisasikan kepada penerima BMPKS,” ujar Unggul.

Unggul menyebut antrean yang menumpuk saat pencairan BPMKS tahun lalu disebabkan waktu belanja yang singkat, hanay dua pekan untuk 20.000 siswa penerima BPMKS. “Pada bulan November akhir uang baru masuk ke rekening siswa. Untuk tahun ini, saya yakin sudah tidak ada masalah. Sistemnya sudah siap betul dan waktunya panjang,” ujar Unggulya.

Perubahan kebijakan ini disambut baik warga Sumber, Solo, Untari Wulandari, 39. Ia mengaku senang dengan evaluasi BPMKS oleh Disdik Kota Solo. “Jika pengalaman pencairan tahun lalu dijadikan perbaikan untuk tahun ini saya mengapresiasi kerja Disdik. Terjadi antrean pengunjung karena waktu dibatasi oleh Pemkot Solo. Banyak orang tua harus mengantre dari malam hingga pagi untuk membelanjakan dana bantuan tersebut,” ujarnya saat ditemui Espos di SMPN 2 Solo.