Bus AKAP Irit Waktu dan Biaya Berkat Tol Trans-Jawa

Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang/Solo. (Bisnis/Wahyu Sulistiyawan)
09 Februari 2019 11:30 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kehadiran tol Trans-Jawa yang tersambung mulai Pelabuhan Merak hingga Probolinggo, Banyuwangi, menjadi berkah tersendiri tak hanya bagi pemilik kendaraan pribadi, tetapi juga perusahaan otobus (PO) khususnya bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Keuntungan itu berupa waktu tempuh yang lebih cepat dan biaya yang lebih hemat. Tak terkecuali sejumlah bus AKAP dengan tujuan dari dan ke Kota Solo.

Bagian Ticketing PO Safari Dharma Raya Terminal Tirtonadi Solo, Suyono Raharjo, mengaku adanya tol Trans-Jawa menguntungkan banyak pihak. Menurutnya, dari segi positifnya waktu tempuh perjalanan jarak jauh ini mampu terpangkas empat hingga enam jam.

Namun demikian, negatifnya adalah penumpang tidak bisa sembarangan naik turun lantaran perjalanan ini ditempuh dengan melewati tol.

“Adanya tol ini bagi kami hal yang paling terasa adalah waktu tempuh yang kian singkat. Kalau soal operasional hampir sama. Misalnya untuk solar itu Rp2 juta, maka Rp500.000 untuk bayar tol. Kru bus tidak masalah,” tuturnya, kepada solopos.com, Jumat (8/2/2019).

Lelaki yang akrab disapa Yono itu menambahkan PO Safari Dharma Raya antara lain melayani rute Solo–Jakarta pergi pulang dan Solo–Denpasar pergi pulang. Bus jurusan Jakarta berangkat pukul 14.30 WIB, sementara bus rute Denpasar dari Solo pukul 17.00 WIB. Meskipun memanfaatkan tol, tidak ada kenaikan harga tiket. Tiket Solo–Jakarta tarifnya Rp 160.000, sementara Solo – Denpasar Rp260.000.

Ia pun bercerita biasanya bus berangkat dari Solo pukul 14.30 WIB kemudian sampai di Jakarta sekitar pukul 05.00 WIB atau 06.00 WIB. Namun demikian, dengan lewat jalan tol bus kelas eksekutif ini sudah tiba misalnya di Kebayoran Lama pada pukul 01.00 WIB.

Jadi, ada pemangkasan waktu tempuh empat hingga lima jam. Artinya, perjalanan yang semula sekitar 12 jam hingga 13 jam menjadi hanya 9 jam–10 jam. Sementara untuk rute Solo – Denpasar, Bali, juga hemat waktu. Jalur darat tanpa tol biasa ditempuh sekitar 13 jam–15 jam kini terpangkas 5 jam–6 jam.

“Dulu dari Jakarta ke Solo itu sampai sini pagi jam 7- 8-an, sekarang Subuh sudah masuk kota. Jadi penumpang bisa langsung masuk kerja kalau sampai Solo subuh, atau pun melanjutkan perjalanan ke kota lain,” imbuhnya.

Menurutnya, kebijakan manajemen untuk melewati jalan tol ini sudah diberitahukan kepada calon penumpang. Misalnya untuk bus tujuan Solo-Denpasar, jika semua penumpang bisa terangkut dari Solo, maka bus bakal masuk tol melalui pintu tol di Klodran, Colomadu, Karanganyar.

Namun demikian, jika harus  mengambil penumpang di Sragen dengan jumlah minimal lima orang, bus masuk lewat pintu tol Pungkruk. Bus ini hanya akan berhenti untuk istirahat di rumah makan Duta, Ngawi, Jawa Timur, kemudian lanjut masuk tol lagi hingga Probolinggo.

Bagian ticketing agen bus Restu Mulya, Sedya Mulya, dan Wisata Komodo, Redi, juga mengaku diuntungkan dengan adanya tol. Meskipun ia mengakui ada penambahan biaya operasional untuk pembayaran tol. Akan tetapi, bus ini memperoleh subsidi tambahan dari manajemen sehingga tidak ada kenaikan tiket.

Redi memaparkan dalam sehari agennya melayani tujuh sekitar 10 pemberangkatan bus berbagai PO. Rinciannya, tiga armada tujuan Denpasar, dan sekitar tujuh bus dengan rute Solo–Jakarta. Sedangkan untuk tiket Solo–Jakarta mulai Rp150.000 hingga Rp200.000-an, sementara Solo–Denpasar Rp275.000. Ini sudah termasuk memperoleh sekali snack dan sekali makan.

“Pernah dari terminal Pulau Gebang pukul 15.00 WIB kemudian sampai Kartasura baru pukul 01.00 WIB. Padahal biasanya masuk Solo itu Subuh,” tuturnya.

Begitu pula dengan rute Solo–Denpasar pergi pulang. Ia mencontohkan dari Denpasar sekitar pukul 14.00 Wita, tapi pukul 02.00 WIB bus sudah sampai di Kebakkramat, Sragen. Alhasil, penumpang sampai di Jogja bisa Subuh.

“Kalau jumlah penumpang itu musiman. Seperti saat ini tingkat keterisiannya paling 50%. Akan tetapi, saat liburan Lebaran atau akhir tahun kami sampai tambah armada,” imbuhnya.

Sementara itu, agen bus Pahala Kencana Terminal Tirtonadi, Rina, mengaku manajemen bus dengan berbagai rute di Pulau Jawa ini memilih untuk tak menggunakan akses jalan tol. Menurutnya, kebijakan ini diambil lantaran calon penumpang bus AKAP ini tersebar di berbagai agen di sejumlah kota atau kabupaten di Jawa.

Sebagai contoh, rute Solo–Jakarta bus itu harus mengambil penumpang di agen terminal Tirtonadi kemudian Terminal Kartasura, Ampel, Salatiga, hingga Semarang. Maka dari itu, demi melayani para penumpang dari berbagai daerah ini bus tidak masuk tol.

“Pahala Kencana tidak lewat tol karena agen kami banyak sehingga harus ambil penumpang di masing-masing agen. Kalau PO lain yang tak banyak agennya di Solo, mereka pasti lewat tol,” jelasnya.