125 Narapidana Asal Sukoharjo Bakal Nyoblos Di Rutan Kelas IA Solo

Ilustrasi simulasi pemilu. (Bisnis/Rachman)
09 Februari 2019 23:47 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Sebanyak 125 warga Sukoharjo akan menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi pada April mendatang di dalam Rutan Kelas IA Solo. Mereka terdaftar sebagai warga binaan Rutan Kelas IA Solo lantaran terkena berbagai kasus hukum yang membelitnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Nuril Huda telah menerima surat dari Kepala Rutan Kelas IA Solo terkait warga binaannya yang merupakan warga Sukoharjo.

"Dari data mereka [Rutan Kelas IA Solo] ada 125 warga Sukoharjo. Karena di Rutan membuka TPS [tempat pemungutan suara] maka pemilihan akan dilaksanakan di dalam rumah tahanan dan warga Sukoharjo itu akan mencoblos di sana," katanya ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Senin (28/1/2019).

Berdasarkan data, dia mengatakan 125 warga tersebut telah rekam data KTP Elektronik (KTP-el). Kemudian guna memastikan apakah mereka masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), KPU menyocokan data pemilih. Hal ini dilakukan untuk melindungi hak pilih warga tetap diberikan kepada para narapida. Hasil pendataan petugas akan menjadi dasar KPU menerbitkan formulir A5 sebagai kartu pemilih. Dengan kartu tersebut, narapida akan difasilitasi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Rutan Solo untuk mencoblos.

"Bagi yang belum rekam KTP-el akan dikomunikasikan dengan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) untuk rekam data," katanya.
Dia menambahkan apabila KTP-el belum tersedia, Dispendukcapil bisa memberikan surat keterangan (suket) KTP sementara. Dengan begitu petugas Rutan bisa mendata yang bersangkutan dalam daftar pemilih tambahan. Disinggung data binaan di daerah lainnya, KPU masih menunggu laporan dari masing-masing daerah. "Sementara data baru dari Rutan Solo. Yang lainnya masih kami tunggu," katanya.

Merujuk data jumlah DPT Hasil Perbaikan (HP) ke 2 yang ditetapkan KPU berkurang sebanyak 3.398 pemilih. Penetapan sebelumnya ada 672.944 orang masuk daftar pemilih menjadi 669.546 orang. Penambahan dan pengurangan daftar pemilih ini akan berpengaruh pada persiapan jumlah logistik pemilu, seperti halnya surat suara. Petugas diminta terus meng-update penambahan dan pengurangan jumlah DPT untuk kepentingan kelancaran pemilu.