Merapi Meletus Saat Coblosan? Ini Langkah KPU Boyolali

Guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi terlihat dari Deles, Klaten, Rabu (30/1 - 2019) dini hari. (Solopos/Burhan Aris Nugraha)
09 Februari 2019 04:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali akan melakukan skenario yang sama antara Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2018 dengan Pemilu 2019 jika terjadi bencana letusan Gunung Merapi saat coblosan, 17 April 2019.

Anggota KPU Boyolali Divisi Perencanaan Data dan Informasi Pardiman mengatakan jika terjadi bencana alam seperti letusan Gunung Merapi yang memaksa penduduk dievakuasi atau berpindah ke tempat lain, maka tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah bersangkutan akan mengikuti penduduk tersebut.

“Jadi nanti ada TPS mengikuti pemilih. Seandainya penduduk dari satu TPS dievakuasi ke suatu tempat, maka TPS-nya mengikuti,” ujar Pardiman, seusai Media Gathering, di Kantor KPU Boyolali Jl. Perintis Kemerdekaan, Jumat (8/2/2019).

Meski demikian, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari KPU pusat. “Intinya skenario penanganan pemilih di TPS nanti sama dengan pada Pilgub 2018. Tapi kami masih menunggu petunjuk dari KPU pusat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Gunung Merapi sebagian wilayahnya berada di Boyolali. Jika terjadi erupsi atau aktivitas lain pada gunung itu, Boyolali sangat mungkin akan terkena dampaknya.

Sementara itu, acara itu dihadiri anggota KPU lainnya yakni Maya Yudayanti dari Divisi Hukum dan Pengawasan, Muh. Abdullah dari Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, serta Siti Ulfah dari Divisi Teknis.

Dalam kesempatan itu Abdullah mengatakan KPU punya tanggung jawab besar dalam terwujudnya pemilu berkualitas, di mana seluruh tahapan berjalan bersih.

Hoaks

Ada tiga ukuran kualitas pemilu, yakni tak adanya berita hoaks, politik uang, dan penggunaan isu SARA.

Ulfah mengatakan penyelenggara pemilu nanti akan memfasilitasi seluruh warga negara dalam memberikan hak pilih mereka.  Sedangkan Maya ingin mendorong masyarakat agar berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu sebagai anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

“Kami mendorong pemuda untuk menjadi KPPS agar ada regenerasi untuk pemilu yang akan datang.”