Lapangan Bola di Boyolali Ini Rumputnya Ala Stadion Eropa

Lestarindo Soccerfield di Boyolali dibuat mirip lapangan di stadion sepak bola Eropa. (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
09 Februari 2019 08:30 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Bagi sebagian pehobi olahraga sepak bola di Indonesia, bermain di lapangan dengan rumput berpola ala stadion-stadion di Eropa mungkin hanya impian.

Tapi lapangan mini sepak bola di Boyolali ini mungkin bisa mengobati rasa penasaran untuk bermain di lapangan berkelas. Kalau akhirnya nanti ketagihan bermain sepak bola di sana, boleh juga mengulanginya di kemudian hari.

Lestarindo Soccerfield merupakan lapangan sepak bola di sisi jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB), Surowedanan, Kecamatan Boyolali Kota, bersebelahan dengan Kantor Balai Taman Nasional (BTNG) Merbabu.

Dilihat dari penampilannya, lapangan ini cukup cantik. Rumput hijau terhampar pada lahan datar yang mengalasinya. Tidak hanya penampilan luarnya yang cantik, bagian dalam lahan ini disusun atas lapisan khusus sesuai stadar FIFA, yakni tanah, geoteksti, split 2/3 setebal 10 cm, screening 05 setebal 5 cm, dan pasir setebal 10 cm.

Untuk rumputnya, Lestarindo Soccerfield menggunakan jenis Zoysya Matrela Linemer. Jenis rumput ini memiliki sifat lembut tetapi kuat serta tahan curah hujan tinggi maupun rendah.

Dengan ketebalan yang diatur pada 2,2 cm, bola akan lebih mudah meluncur saat menggelinding menyusur tanah. Jangan heran juga jika mungkin Anda melihat pola lapangan ini berubah-ubah karena setiap tiga hari sekali rumput memang dipotong dan diubah polanya.

Membentang antara dua gawang di sebelah barat dan timur, lapangan seluas seluas 90 meter x 45 meter ini juga dilengkapi dua tribune terbuka di sisi utara lapangan yang berkapasitas sekitar 50 orang saja.

Cukup untuk tempat duduk atau pemain cadangan, ofisial, teman, atau anggota keluarga yang ingin menyaksikan pertandingan sepak bola dari dekat.

Sedangkan area parkir kendaraan berada di sisi selatan lapangan cukup untuk menampung 50 mobil pribadi dan puluhan sepeda motor. Lestarindo Soccerfield yang dibangun sejak pertengahan 2017 ini bisa disewa umum mulai Sabtu (9/2/2019) ini.

Untuk menggunakannya, peminat harus merogoh kocek Rp750.000 per jam. Selain itu, lapangan ini juga hanya boleh disewa hari Sabtu dan Minggu, pun hanya dua jam di pagi hari dan dua jam di sore hari.

Tujuannya agar rumput di lapangan ini tetap cantik dan terawat. Lestarindo Soccerfield dibangun PT Harapan Jaya Lestarindo, perusahaan spesialis penanaman dan perawatan rumput lapangan sepak bola, landscape, atau taman.

Perusahaan yang sekarang berkantor di Karawaci, Tangerang, Banten, tersebut sudah cukup berpengalaman menangangi masalah rumput di beberapa stadion di Indonesia seperti Stadion Padjajaran, Persikabo, Wibawamukti, dan Patriot.

Selain itu, perusahaan ini juga menangani perawatan taman sekolah-sekolah Internasional di Ibukota, seperti Jakarta International School (JIS).

Project Manager PT Harapan Jaya Lestarindo, Agus Atok Urohman, mengatakan lapangan mini di Boyolali sengaja dibangun sebagai etalase dari bidang pekerjaan perusahaan tersebut. “Lapangan ini sebagai etalase bahwa kami adalah spesialis penanaman rumput lapangan sepak bola, sekaligus wujud dari cita-cita kami memiliki lapangan sendiri,” ujarnya saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (7/2/2019).

Sementara itu, Direktur PT Harapan Jaya Lestarindo Marwoto yang merupakan orang asli Boyolali mengaku bangga bisa membuat lapangan tersebut di tanah kelahirannya. “Sebagai putra daerah tentu kami senang bisa bebuat sesuatu untuk daerah kami,” kata dia.

Dia menambahkan lapangan di lahan seluas sekitar 7.500 meter persegi tersebut juga dilengkapi sarana hiburan dan rekreasi antara lain kolam renang, taman, dan resto di sekitar lapangan.

Di resto dan kolam renang itu, pengunjung dapat menikmati kesejukan udara kaki Gunung Merapi dan Merbabu serta sambil mengistirahatkan mata dengan melihat hamparan rumput hijau lapangan.

Namun fasilitas ini sekarang masih dalam penyelesaian dan diperkirakan baru bisa digunakan mulai Maret atau April. “Fasilitas lain masih dalam penyelesaian. Mungkin sebulan atau dua bulan lagi resto dan kolam renangnya baru bisa dipakai. Sekarang masih pembenahan-pembenahan,” imbuh Marwoto.