Pemasangan Label Telinga Sapi Boyolali Luput dari Target, Ini Sebabnya

Petugas Disnakkan Boyolali memindai eartag (label telinga) yang baru saja dipasang pada sapi indukan di Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Kamis (7/2 - 2019). (Istimewa/Dok. Pemkab Boyolali)
09 Februari 2019 16:30 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Target pemasangan eartag (label telinga) pada sapi indukan di Boyolali 2018 tidak tercapai akibat data ternak yang dinamis. Dari 5.000 ekor sapi yang ditarget, baru terpasang 2.888 buah dan sisanya 2.112 dilanjutkan tahun ini.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Afiany Rifdania mengakui adanya kendala data tersebut di lapangan.

“Jadi sewaktu kami akan melakukan pemasangan eartag data dari desa disebutkan ada sekian ekor. Tetapi setelah kami terjun ke lapangan melakukan pemasangan kepada ternak, ternyata jumlahnya lebih sedikit dari data itu,” ujarnya kepada solopos.com, Jumat (8/2/2019).

Dia menambahkan perbedaan itu terjadi karena data yang diberikan adalah data ternak keseluruhan. Sedangkan yang dibutuhkan hanya ternak indukan.

“Misalnya dalam satu rumah disebutkan ada lima sapi, ternyata tiga di antaranya masih pedhet [anakan sapi]. Padahal yang kami pasang eartag untuk saat ini adalah khusus indukan dulu. Makanya datanya beda. Ada juga pemilik yang sudah menjual sebagian sapinya untuk kebutuhan mereka. Sehingga kami harus berpindah ke desa lain dan menunggu desa tersebut melakukan proses pendataan dari awal,” imbuhnya.

Karenanya, target pemasangan 5.000 eartag pada 2018 tidak selesai dan akan dilanjutkan pada 2019 yang sudah dimulai Kamis (7/2/2019) di Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo. Tim memasang eartag untuk 31 sapi sekaligus melakukan pengambilan darah dan memberikan vitamin.

“Selain kami pasang eartag, kami juga mengambil darah pada induk sapi perah untuk mengetahui penyakit brucellosis atau keluron menular. Karena penyakit ini bisa menular ke manusia," ungkap dia.

Untuk diketahui, pemasangan eartag adalah bagian dari upaya pendataan sapi dengan aplikasi sistem monitoring sapi (Simapi). Eartag berisi bar code yang dapat dipindai oleh petugas ini untuk mengetahui segala riwayat sapi bersangkutan, mulai dari riwayat kesehatan, lalu lintas, dan sebagainya.

Aplikasi ini diluncurkan 2018 lalu dan pada tahap awal, ada 5.000 ekor sapi khususnya indukan milik warga masyarakat Boyolali yang terpasang aplikasi ini. (