Piton 3 Meter Ditangkap Warga di Belakang Rumdin Bupati Boyolali

Warga Kampung Belakan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, Sabtu (9/2) menunjukkan ular piton yang ia tangkap di belakang rumahnya pada Jumat (8 - 2) malam. (Solopos/Akhmad Ludiyanto )
09 Februari 2019 15:20 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Piton sepanjang sekitar 3 meter ditangkap warga Kampung Belakan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, Jumat (8/2/2019) kawasan belakang Rumah Dinas Bupati Boyolali. Saat ditemukan, ular dengan lingkar badan bagian tengah sekitar 40 cm ini tengah memangsa ayam di dalam kandang.

Penemu ular, Fajar Widodo, 48 mengatakan, sekitar 20.30 WIB dia mendengar ada suara ayam dari kandang miliknya yang berada di belakang rumah. Setelah dicek, ternyata dia melihat seekor ular sudah berada di atas kandang.

“Ada suara “keok” gitu dan saya curiga jangan-jangan ayam saya dimakan ular. Lalu saya lihat, ternyata benar. Ularnya sudah di atas kandang tetapi ayamnya sudah lepas dari gigitannya,” ujar Widodo saat ditemui Sabtu (9/2/2019).

Dia memanggil kedua anaknya untuk membantu menangkap ular itu. “Salah satu anak saya pegang penerangan dari ponsel, satunya lagi membantu saya menangkap,” imbuhnya.

Widodo mengaku penangkapan ular ini cukup sulit karena ular berusaha melawan dan tenaganya cukup kuat. Namun setelah berusaha dengan berbagai cara, akhirnya ular tersebut berhasil ditangkap. “Tenaganya besar dan berontak terus. Tapi akhirnya bisa saya tangkap bagian kepalanya sehingga akhirnya bisa dikendalikan.”

Widodo belum mengetahui akan diapakan ular tersebut. “Kalau ada yang minat membeli, silakan saja,” lanjutnya sambil memasukan ular itu ke dalam karung setelah diperlihatkan kepada Solopos.com.

Dia menduga, ular ini juga telah memangsa ayamnya yang lain sekitar sebulan yang lalu. Saat itu, seekor ayam miliknya hilang dari dalam kandang, sedangkan posisi pintu sedikit terbuka dan diduga akibat terdesak badan ular saat keluar-masuk kandang.

Di sisi lain, ular lain di lingkungan tersebut diperkirakan masih ada karena terdapat sebuah sungai (Kali Brajan) yang mungkin menjadi habitatnya.

Warga lain, Bambang, mengatakan, sekitar dua bulan lalu, seekor ular juga ditemukan penduduk setempat. Ular itu sepanjang sekitar 3 meter dengan badan lebih ramping dibandingkan ular yang baru ditemukan. “Dua bulan lalu juga ada ular yang ditemukan di dekat sini. Mungkin di lembah sungai memang masih banyak karena keadaannya rimbun dan lembab.