Frustrasi Sakit Stroke, Warga Tulung Klaten Nyemplung Sumur

ilustrasi bunuh diri. (Solopos/Dok)
09 Februari 2019 19:30 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Margono, 60, warga Kemiri, Kecamatan Tulung, Klaten, mengakiri hidup dengan menceburkan diri ke sumur sedalam kurang lebih 25 meter di rumahnya, Jumat (8/2/2019) sore. Margono nekat bunuh diri lantaran frustrasi mengidap penyakit stroke yang tak kunjung sembuh dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa bunuh diri itu kali pertama diketahui anaknya, Titis Anggriyani, 36. Semula, Titis ingin mengajak Margono menjalani terapi stroke ke tetangganya, Jumat sore. Sebelum berangkat, Margono yang masih bisa berjalan itu meminta izin ke anaknya ke kamar mandi.

Lantaran tak segera keluar dari kamar mandi, Titis mengecek kamar mandi. Titis tak menemukan ayahnya di kamar mandi. Titis hanya melihat sebuah gayung di kamar mandi. Saat dicek di sumur yang tak jauh dari kamar mandi, Titis menemukan ayahnya sudah di dalam sumur sedalam kurang lebih 25 meter.

Kejadian itu berlangsung pukul 16.30 WIB. Tak lama berselang tim search and rescue (SAR) Klaten dan sukarelawan yang memporel laporan pukul 17.46 WIB langsung mengevakuasi jasad Margono. Evakuasi berakhir pukul 19.30 WIB.

“Saat diangkat dari dasar sumur, sudah dalam kondisi meninggal dunia [Margono]. Selanjutnya, diserahkan ke Polsek Tulung untuk dilakukan visum di Puskesmas Tulung. Berbagi pihak yang terlibat penanganan di lokasi, di antaranya, SAR Klaten, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Klaten), Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten, Polsek Tulung, Sukarelawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Tulung,” kata Wakil Komandan Bidang Operasional SAR Klaten, Irwan Santosa, kepada Solopos.com, Sabtu (9/2/2019).

Terpisah, Kapolsek Tulung, AKP Suyarta, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan hasil pemeriksaan tim medis tak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Hasil pemeriksaan sejumlah saksi, penyebab Margono nekat bunuh diri dengan menceburkan diri ke sumur karena frustrasi mengidap penyakit stroke sejak tiga bulan terakhir.

“Hasil keterangan [dari saksi], Margono juga pernah ingin bunuh diri dengan cara minum racun, empat hari lalu. Sebelum meninggal dunia, Margono menderita stroke yang tidak embuh-sembuh. Penyakit itu sudah tiga bulan [dideritanya],” katanya.