Geger, Warga Lalung Karanganyar Temukan Bayi Perempuan di Bekas Dapur

Bayi perempuan ditemukan di bekas dapur, belakang rumah milik Hartono warga Pomahan, Jumat (8/1 - 2019). (Istimewa)
09 Februari 2019 15:40 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Sejumlah warga Pomahan RT 003 RW 008, Lalung, Karanganyar, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan di belakang rumah warga, Jumat (8/2/2019). Bayi tersebut masih hidup dengan ari-ari dibungkus kantung plastik berwarna hijau.

Pemilik rumah, Hartono, 43, mengaku, mengetahui ada bayi di belakang rumahnya pada pukul 22.30 WIB. Saat itu, ia dan istrinya, Hartini, sedang menonton tv, anak laki-lakinya, Tito, menghampiri dari kamar belakang. Tito mendengar suara tangisan bayi di belakang rumah. Selanjutnya, Hartono dan Hartini mencari sumber suara dan menemukan bayi perempuan tersebut.

“Setelah saya temukan bayi, langsung panggil warga sekitar, bayi masih hidup diselimuti kain warna hitam. Di samping bayi ada ari-ari sudah dibungkus kantung plastik,” ujarnya kepada Solopos.com saat ditemui di rumahnya, Jumat.

Hartono menjelaskan, bayi tersebut diangkat dan dibawa ke bidan terdekat untuk dilakukan perawatan dan pertolongan pertama oleh warga setempat.

Paur Humas Polres Karanganyar, IPDA M. Sutrismiyatno, yang mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Effendi, membenarkan telah terjadi dugaan tindak pidana membuang anak yang baru dilahirkan di Pomahan. Pembuang bayi dijerat pasal 308 KUHP.

“Polsek langsung datang dan memindahkan bayi dari bidan ke RSUD Karanganyar. TKP sudah diamankan, barang bukti sudah disita,”ujarnya kepada Solopos.com.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Kabupaten Karanganyar, Kristanto Setyawan, menjelaskan IGD menerima bayi pada Jumat, pukul 00.00 WIB. Dia menyebut suhu bayi meningkat. Bayi dirawat dan diinfus di ruang bayi Dahlia.

“Bayi tersebut bobotnya 2,1 kg. Sampai saat ini keadaan bayi sudah stabil. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” katanya melalui telepon kepada Solopos.com, Sabtu (9/2/2019).

Berdasarkan pantauan Solopos.com, tempat ditemukan bayi tersebut jarang digunakan sejak dua tahun terakhir. Dahulu dipakai untuk dapur. Tempat tersebut hanya ada akses satu pintu melalui garasi milik Hartono.