Dilewati Truk Proyek Rel Bandara, Begini Kondisi Jl. Tulang Bawang Utara Kadipiro Solo

Kondisi Jl. Tulang Bawang Utara, Kadipiro, Banjarsari, Solo, setelah menjadi akses jalan truk proyek rel bandara, Jumat (8/2 - 2019). (Solopos/Kurniawan)
10 Februari 2019 07:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Jalan Tulang Bawang Utara yang menghubungkan Kampung Bayan hingga Kampung Sukomulyo, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, rusak akibat tergerus air hujan dan banyaknya kendaraan berat proyek jalur kereta bandara.

Pantauan Solopos.com, Jumat (8/2/2019) badan Jalan Tulang Bawang Utara yang terbuat dari aspal ambles di beberapa bagian. Selain itu terdapat beberapa lubang jalan yang membahayakan pengguna jalan lantaran lubang tersebut digenangi air hujan.

Bahkan terdapat lubang cukup besar yang berada di tengah badan jalan. Salah seorang warga Kampung Sukomulyo, Ny. Riyanto menuturkan kerusakan Jl. Tulang Bawang Utara terjadi sejak ada aktivitas proyek kereta bandara dan hujan deras.

Dia berharap segera ada perbaikan ruas jalan itu agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman. “Harapan warga tentu saja kerusakan jalan diperbaiki. Perbaikannya seperti apa mangga saja dari pemerintah yang metuskan,” ujar dia.

Ny. Riyanto menjelaskan selama ini cukup banyak warga yang melintas di Jl. Tulang Bawang Utara. Jalur tersebut merupakan jalur strategis yang banyak dimanfaatkan warga. Sudah selayaknya badan jalan itu segera diperbaiki pemerintah.

Sementara DPUPR Solo mulai menambal sejumlah ruas jalan yang rusak dan berlubang lantaran tergerus air hujan sepakan terakhir. Salah satu ruas jalan yang dilakukan penambalan yaitu Jl. Jaya Wijaya di Kampung Clolo, Kadipiro, Banjarsari, Solo.

Penambalan lubang jalan dilakukan sejak Kamis (7/2/2019). Sayangnya penambalan itu dilakukan dengan menutup lubang dengan aspal. Pengguna jalan pesimistis metode penambalan mampu mengatasi penyebab kerusakan jalan di Jl. Jaya Wijaya.

“Hampir setiap pekan saya lewat Jl. Jaya Wijaya di ruas Clolo. Setahu saya jalan itu berlubang karena derasnya air dari arah timur. Aliran air itu menggerus aspal jalan sehingga berlubang dan lambat laun kian dalam,” ujar Puji, seorang pengguna jalan.

Dia mengusulkan badan Jl. Jaya Wijaya diperbaiki menyeluruh dengan cara dicor beton bertulang lantas dilapisi aspal. Dengan konstruksi seperti itu menurut dia Jl. Jaya Wijaya akan lebih tahan lama dan nyaman dilalui pengguna jalan.