Berbentuk Joglo, Pembangunan Masjid Sriwedari Solo Capai 25 Persen

Taman Sriwedari Solo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
10 Februari 2019 15:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Hingga Kamis (25/1), pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo (MTSS) mencapai 25%. Kontruksi dasar masjid sudah rampung dikerjakan.

Wakil Sekretaris Panitia Pembangunan MTSS, M. Farid Sunarto, mengatakan ada beberapa calon ruangan penunjang pada bagian basement. Ruangan tersebut nantinya bisa digunakan untuk seminar, rapat, maupun kajian. Selain itu, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk lokasi akad nikah.

Di setiap sudut bangunan, sambung Farid, juga sudah tampak calon menara penunjang setinggi 30 meter, sementara menara utamanya dibikin setinggi 114 meter.

“Di samping masjid sudah tampak bakal bangunan rumah singgah. Seluruhnya sudah 25%. Mudah-mudahan segera selesai dan dapat digunakan,” kata dia, kepada wartawan, Sabtu (9/2/2019).

Wakil Wali (Wawali) Kota Solo yang juga Ketua Panitia Pembangunan MTSS, Achmad Purnomo, menyebut saat ini panitia tengah menunggu kedatangan kayu ulin dari Kalimantan yang rencananya digunakan untuk sirap utama masjid. Diperkirakan kayu itu tiba pada pertengahan Februari.

Wawali menyebut MTSS bakal berbeda dibanding masjid yang jamaknya bercirikan kubah. “Masjid Sriwedari berbentuk joglo. Hampir sama dengan Masjid Demak. Masjid juga membawa konsep go green mempertimbangkan sejarah yang melekat pada Sriwedari sebagai kebun raja alias bon rojo,” kata dia.

Ia berharap setelah MTSS jadi, tak hanya menjadi sarana peribadatan, tapi juga wisata religi. Ihwal pendanaan, Purnomo masih enggan menyebut detail jumlah sumbangan yang diperoleh. Ia hanya menyampaikan sumbangan dari sejumlah perusahaan besar terus mengalir. “Totalnya tidak hafal,” tutupnya.