Dari Karanganyar ke Solo Baru, Rela Tak Sarapan Demi Lomba Makan Mi

Para peserta Lomba Makan Mie Tercepat di Hartono Mall berusaha menyelesaikan tantangan di hadapan para pengunjung mal, Minggu (10/2/2019). (Solopos - Bayu Jatmiko Adi)
10 Februari 2019 23:15 WIB Bayu Jatmiko Adi Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Atrium Hartono Mall, Solo Baru, Sukoharjo, terlihat ramai dan meriah, Minggu (10/2/2019) siang. Ada panggung dengan ornamen Imlek di sisi tengah.

Tidak jauh dari situ banyak stan kuliner menyajikan berbagai jenis makanan. Tepat di depan panggung, tertata dua deret meja kursi kayu. Masing-masing deret berjumlah lima set meja dan kursi.

Meja kursi tersebut disiapkan untuk peserta lomba makan mi yang hari itu bertarung. Ada sekitar 100 peserta yang sudah siap menyantap mi.

Sekitar pukul 12.30 WIB, panitia memanggil 10 peserta pertama untuk bertanding. Dua di antaranya adalah Deni Setiawan, 28, dan Sandi Ardi, 22. Deni datang dari Solo sedangkan Sandi dari Karanganyar.

Hadiah berupa uang Rp1 juta untuk juara pertama menjadi daya tarik lomba itu. Sejak lomba belum dimulai, keduanya sudah berdiri di sekitar panggung. Nomor peserta pun sudah mereka tempelkan di pakaian masing-masing.

"Dulu pernah ikut di Palur Plasa. Ini informasi lombanya kami dapatkan dari Instagram. Langsung kami mendaftar," kata Sandi.

"Tidak usah tengok kanan atau kiri. Fokus saja dengan mi masing-masing," lanjut dia yang langsung diiyakan temannya, Deni.

Agar tidak kewalahan menghabiskan mi yang disiapkan panitia, keduanya sengaja tidak sarapan sejak dari rumah. "Tadi memang sengaja tidak sarapan dulu karena mau lomba ini," tutur Deni.

Dengan penuh keyakinan, keduanya maju menuju meja yang telah disiapkan saat nama mereka dipanggil. Sepuluh peserta pertama telah siap di meja masing-masing.

Seporsi mi dan segelas air minum juga telah disiapkan di meja. Peserta hanya boleh menghabiskan mi dengan alat bantu supit. Mi tidak boleh tumpah meski sepotong.

"Sudah siap semuanya? Silakan kedua tangan ditaruh di atas kepala. Satu... dua... tiga... mulai!" teriak pembawa acara pada lomba tersebut.

Mendengar aba-aba tersebut para peserta pun langsung menyerbu mi di hadapannya. Ada yang langsung menghajarnya dengan supit dan memasukkan ke mulutnya.

Ada yang meniup dulu mi karena masih panas. Semua berupaya menghabiskan mi dengan waktu tercepat.

Lomba tersebut digelar dalam beberapa sesi. Setiap sesi dipilih satu pemenang untuk kemudian dipertandingkan lagi. Peserta dengan catatan waktu tercepat akan terpilih menjadi juaranya dan berhak mendapatkan hadiah Rp1 juta.

Untuk juara dua dan tiga masing-masing mendapat Rp750.000 dan Rp500.000. Pelaksana Public Relations Hartono Mall Solo, Elfizia Carina, mengatakan Lomba Makan Mie Tercepat tersebut diikuti 102 peserta.

Peserta datang dari berbagai daerah, terutama dari wilayah Soloraya. Meskipun ada juga yang dari daerah lain. "Awalnya hanya dibuka 50 peserta tapi ternyata antusias masyarakat sangat tinggi. Akhirnya kami buka lagi 50 kuota," kata dia kepada Solopos.com.

Peserta dari kalangan umum dengan usia di atas 15 tahun. Memurutnya, kegiatan tersebut sebenarnya masih dalam satu rangkaian perayaan Imlek Hartono Mall termasuk food bazar Kampung Tiongkok Babah Nyonyah yang digelar mulai 1 Februari hingga 10 Februari.