2 Jembatan di Klaten Bakal Dibangun Tanpa Tiang

Ilustrasi pembangunan infrastruktur. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
10 Februari 2019 21:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pembangunan jembatan Talang di Kecamatan Bayat dan jembatan Ngandong di Kecamatan Gantiwarno ditargetkan dimulai Maret mendatang.

Pembangunan kembali dua jembatan yang rusak akibat diterjang arus Sungai Dengkeng pada akhir 2017 lalu itu dilakukan dengan mengurangi hingga menghilangkan tiang jembatan.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Ahmad Wahyudi, mengatakan pembangunan kedua jembatan itu dilakukan menggunakan dana bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bantuan digelontorkan setelah Pemkab Klaten mengusulkan perbaikan jembatan yang rusak akibat dampak badai Cempaka akhir 2017 silam.

Jembatan Talang rusak karena salah satu tiangnya ambles sehingga jembatan tersebut rawan ketika dilintasi kendaraan roda empat atau lebih. Jembatan Ngandong juga mengalami kerusakan pada salah satu tiang jembatan yang patah.

Pagu anggaran untuk perbaikan jembatan Talang yakni Rp10,1 miliar. Sementara alokasi anggaran untuk perbaikan jembatan Ngandong Rp4,5 miliar.

Saat ini, Pemkab Klaten masih menyelesaikan dokumen teknis pembangunan kedua jembatan itu. “Kami segera finalkan dokumen teknisnya. Mudah-mudahan bulan ini [Februari] sudah lelang proyek dan kalau lancar pertengahan Maret pekerjaan konstruksi bisa dimulai. Kami harapkan selesai Agustus nanti,” kata Ahmad saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (10/2/2019).

Ahmad mengatakan perbaikan jembatan Talang dilakukan dengan meninggikan konstruksi jembatan. “Jembatan Talang dinaikkan dari batas maksimal banjir. Tidak ada tiang jembatan dan konstruksi menggunakan rangka baja,” jelas dia.

Sementara jembatan Ngandong bakal dilebarkan. Tiang jembatan yang semula terdapat lima tiang, pada pembangunan kali ini hanya terdapat satu tiang jembatan.

“Walau ada satu tiang namun konstruksinya diperkuat lagi pada bagian lantai,” urai dia.

Ia menjelaskan mengurangi hingga menghilangkan tiang jembatan itu dimaksudkan agar sampah yang hanyut terbawa arus sungai tak tertahan pada tiang jembatan. Selama ini, sampah yang menumpuk di tiang jembatan ketika debit air meningkat rawan memicu air sungai meluap hingga ke permukiman.

Ahmad membenarkan sebelumnya BPBD mengusulkan ke BNPB untuk mendapatkan bantuan perbaikan tiga jembatan yakni di Talang, Ngandong, serta jembatan di Desa Jarum, Kecamatan Bayat.

Khusus jembatan Jarum, BNPB tak bisa menggelontorkan bantuan lantaran jembatan tersebut merupakan aset desa. “Untuk jembatan Jarum diusulkan agar bisa mendapatkan bantuan dari APBD Klaten,” jelas dia.