Berminat Naik Perahu Wisata Kali Pepe? Tunggu Evaluasi Pokdarwis Sudiroprajan

Warga menyusuri Kali Pepe sambil menikmati keindahan lampion di Dermaga Sudiroprajan, Jebres, Solo, Selasa (29/1 - 2019) malam. (Solopos/Ferri Setiawan)
11 Februari 2019 02:00 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO-- Kelompok sadar wisata(Pokdarwis) Kelurahan Sudiroprajan berencana melanjutkan wisata perahu di Kali Pepe menjadi objek wisata reguler. Evaluasi beberapa aspek menjadi pertimbangan sebelum rencana tersebut direalisasikan.

Hal itu disampaikan Koordinator wisata perahu Pokdarwis Kelurahan Sudiroprajan Y.F. Lily Yuanita. Dia mengatakan bahwa memang ada rencana untuk membuat perahu wisata menjadi objek wisata reguler di Kelurahan Sudiroprajan. Meskipun begitu, evaluasi untuk perbaikan beberapa aspek harus diperhatikan sebelum rencana tersebut direalisasikan.

“Iya benar [rencana membuat reguler] hanya nanti setelah ada evaluasi dan masih ada rencana-rencana kegiatan yang akan diadakan Pokdarwis Sudiro. Untuk sementara Minggu [10/2/2019] terakhir,” ujar dia kepada Solopos.com, Minggu .

Beberapa evaluasi tersebut menurutnya meliputi kondisi air sungai yang harus diperhatikan. Hal tersebut lantaran lokasi geografis yang berada di hilir. Sehingga, sampah yang datang dari hulu dapat mengganggu berjalannya wisata tersebut.

“Beberapa komponen yang harus diperhatikan terutama kondisi air sungai. Lokasi kami kan agak di hilir, jadi sampah yang dari hulu kadang mengganggu. Tempat atau lokasi yang memadai agar dapat menampung semua potensi UMKM di kelurahan. Dan yang pasti kami tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mewujudkan kegiatan ini,” jelasnya.

Koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diyakini dapat membuat rencana tersebut terealisasi. Hal tersebut karena lokasi Kelurahan Sudiroprajan yang berada di tengah kota.

“Jadi kami harus bekerja sama dengan Pemkot [Solo] terkait mengingat wilayah kami berada di tengah kota,” lanjutnya.

Terkait sumber daya manusia, Lily mengaku tidak ada masalah di hal tersebut karena semua dari sukarelawan. Pihaknya optimistis merealisasikan objek wisata perahu untuk merubah pandangan masyarakat terhadap wilayahnya.

“Kami semua volunteer, kami Pokdarwis Sudiroprajan siap bekerja keras untuk mewujudkan wisata kampung kota di Solo. Agar kampung yang dulu terkenal negatif bisa berubah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk dikunjungi,” bebernya.

Sementara itu, Lurah Sudiroprajan Dalimo mengungkapkan dukungannya terhadap rencana tersebut. Namun dia mengatakan aspek biaya dan minat masyarakat harus diperhatikan sebelum merealisasikan rencana tersebut.

“Gaji driver perahu itu lumayan, Rp100.000 per hari. Kalau dana operasionalnya bisa menutupi bisa saja dilakukan. Minat masyarakat juga harus diperhatikan. Tergantung itu dulu,” kata dia.