Pemkot Solo Data Ulag Ruang Terbuka Hijau

Taman lalu lintas Kota Madiun. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
11 Februari 2019 08:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Dinas Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo berencana mendata ulang ruang terbuka hijau (RTH). Pendataan menyasar sejumlah ruang publik yang dapat menambah persentase RTH menurut Pasal 29 dan 30 UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang serta Permen PU No.5/PRT/M 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan.

Kepala DLH Kota Solo, Sri Wardhani Purbowidjojo, mengatakan pendataan kali terakhir dilakukan pada 2015 lalu. 

Dinamika pembangunan selama tiga tahunan terakhir diprediksi berpengaruh terhadap luasan RTH. Berdasarkan data 2015, persentase RTH publik yang semula berada di angka 12,03 persen turun menjadi 9,72 persen. Hal itu dikarenakan sejumlah lapangan berubah fungsi menjadi bangunan atau jalur hijau yang menjadi lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL). 

“Pemetaan 2015 itu sudah enggak akurat. Kami akan mendata ulang sehingga lebih akurat dan terus dilakukan setiap tahun,” kata dia kepada wartawan, Senin (4/2).

Dhani, sapaan akrabnya, menyampaikan upaya menambah RTH telah menjadi isu saban tahun. Wacana membeli tanah pun pernah mengemuka. Namun, hal itu urung dilakukan lantaran harganya yang tinggi. 

Kini, pihaknya fokus pada pendataan jalur hijau di jalan kota, daerah sempadan sungai, sempadan rel, tanah negara, kebun binatang, dan kebun binatang untuk menambah persentase RTH.

“Izin membuat bangunan (IMB) itu dikeluarkan dengan ketentuan menyediakan RTH yang bisa diresapi air. Kalau luasannya sempit bisa diakali dengan membuat sumur resapan,” papar dia.

Kabid Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan DLH Solo, Luluk Nurhayati, mengatakan program penambahan RTH pada tahun ini menyasar wilayah sepadan sungai Kali Gajah Putih.