Begini Aktivis Milenial Solo Ajak Kawula Muda Tidak Golput

Anggota Himpunan Aktivis Milenial Indonesia membawa spanduk dan poster saat mengikuti fun walk pada Deklarasai dan Orasi Milenial Perangi Hoax dan Politik Sara saat melintasi area car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (10/2 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
11 Februari 2019 10:30 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Himpunan Aktivis Milenial Indonesia melakukan deklarasi untuk mengajak anak muda agar menggunakan hak pilihnya saat pemilu nanti di Car-free-day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo Minggu (10/2/2019). Selain mengajak untuk tidak golput, mereka mengimbau anak muda agar tidak mudah terhasut isu SARA yang berpotensi memecah belah bangsa.

Pantauan Solopos.com, para aktivis yang berjumlah puluhan orang tersebut sebelum melakukan deklarasi terlebih dulu melakukan long march dengan membawa papan bertuliskan penolakan golput dan isu SARA. Aksi jalan sembari menyerukan pemilu damai tanpa hoax tersebut dilakukan dari lapangan Kota Barat kemudian berakhir di Jl. Slamet Riyadi. Di lokasi CFD, mereka kemudian melanjutkan dengan orasi mengajak anak muda untuk memikirkan pentingnya memberikan suara saat pemilu.

Koordinator lapangan aksi Pemilu Damai Anti Hoax, Asep Irama menjelaskan bahwa alasan dilakukannya aksi tersebut untuk mengedukasi pemuda di Solo. Hal ini lantaran sebanyak 34 persen generasi milenial akan mengikuti Pemilu 2019.

“Aksi ini berdasarkan angka bahwa sebanyak 34 persen pemuda akan mengikuti Pemilu 2019. Kami mengajak generasi milenial untuk bersatu menjaga kedamaian. Generasi milenial juga jangan sampai ikut terhadap kelompok yang bertujuan memecah belah bangsa,” paparnya saat di temui di tengah aksi.

Selain itu, kondisi politik yang panas mendorong Himpunan Aktivis Milenial Indonesia untuk melakukan aksi politik damai. Mereka juga prihatin jika ada masyarakat khususnya anak muda yang lebih memilih golput daripada memberikan suaranya.

“Kondisi saat ini sudah sangat panas, kami miris melihatnya karena banyak sekali pemuda yang lebih memilih untuk golput. Dengan adanya aksi ini kami mengajak anak muda untuk berkomitmen agar tidak golput dan menolak untuk golput. Kami mengajak agar tidak golput. Beda pilihan boleh tapi jangan sampai terhasut isu SARA yang dapat memecah belah,” jelasnya.

Selain melakukan aksi di Solo, Asep mengatakan bahwa aksi tersebut juga dilakukan di beberapa daerah lainnya yang sedang mengalami kondisi politik yang panas. Beberapa daerah tersebut salah satunya adalah di Jakarta dan Jogja.

“Kami tidak hanya melakukan aksi ini di Solo tentu agar penyebaran ajakan tidak golput tidak hanya sebatas di Solo saja. Sebelumnya kami sudah melakukan aksi di Jakarta, tepatnya di Bundaran HI, lalu di Jawa Barat, Yogyakarta, Solo dan nanti akhir Februari, kami akan melakukan aksi di Madura,” kata dia.