CCTV di 66 Lokasi Solo Siap Rekam Pelanggaran Lalu Lintas

Kamera CCTV (peaceforcesecurity.co.za)
11 Februari 2019 16:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sistem penanganan pelanggaran lalu lintas secara elektronik atau electronik traffic law enforcement (ETLE) bakal diberlakukan di Kota Solo mulai Rabu (13/2/2018).

Saat ini sudah terpasang kamera closed circuit television (CCTV) di 66 lokasi yang siap merekam segala perilaku pengguna jalan. Jika ada yang melanggar aturan lalu lintas, rekaman akan di-capture dan dikirimkan kepada si pelanggar sebagai bukti pelanggaran (tilang).

Kanit Regident Satlantas Polresta Surakarta, AKP Suryo Wibowo, mewakili Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Imam Safii, saat ditemui Solopos.com di sela-sela sosialisasi di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi depan Kantor Satlantas Polresta Surakarta, Minggu (10/2/2019) pagi, mengatakan masyarakat tidak perlu merisaukan di mana lokasi 66 kamera CCTV itu.

“Masyarakat gagal paham dengan e-tilang dengan banyaknya pertanyaan di mana lokasi CCTV yang dipasang Satlantas. Seharusnya sikap masyarakat menaati peraturan lalu lintas agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Hal itu kami maklumi, kemungkinan masyarakat tidak ingin melakukan pelanggaran pada lokasi yang terpasang CCTV,” ujarnya.

Pada pekan ini akan dilakukan sosialisasi di tiga kawasan tertib lalu lintas yakni Jl. Slamet Riyadi, Jl. Adisucipto, dan Jl. Ahmad Yani. Namun, walau hanya sebatas tahapan sosialiasi segala bentuk pelanggaran tetap akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Ia menambahkan dengan ETLE diharapkan bisa menekan jumlah pelanggar lalu lintas yang berdampak pada penurunan angka kecelakaan. Kejadian kecelakaan mayoritas disebabkan pelanggaran lalu lintas.

Nantinya, pelanggar yang tertangkap CCTV akan terpantau dari ruang Traffic Management Control (TMC) Satlantas Polresta Surakarta. Pengguna jalan yang melanggar akan diambil buktinya dengan cara screenshoot yang akan ditelusuri nomor pemilik kendaraan lalu dikirim melalui pos kepada alamat yang tertera di STNK.

Pelanggar bisa membayar melalui bank atau sidang di pengadilan pada umumnya. Menurutnya, pelanggar lalu lintas diberikan waktu empat hari untuk melakukan konfirmasi kepada Satlantas.

Hal itu sebagai upaya ketika nomor kendaraan telah berpindah tangan atau kendaraan pemilik asli sedang dipinjam. Jika sudah konfirmasi, Satlantas akan mengirimkan surat tilang dan bukti kepada yang bersangkutan.

Menurutnya, Satlantas telah melakukan pengecekan di 66 lokasi CCTV yang tersebar di persimpangan Kota Solo. Saat ini CCTV dalam kondisi baik, meskipun cuaca sedang buruk, CCTV milik Satlantas akan tetap dapat menangkap gambar dengan baik.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo, mengatakan penerapan e-tilang saat ini tidak menggunakan kamera CCTV milik Dinas Perhubungan. Menurutnya, Satlantas juga memiliki sarana CCTV yang memadai.

Namun, ia mengaku siap apabila nantinya ada koordinasi lebih lanjut mengenai e-tilang mengingat Dinas Perhubungan juga memiliki CCTV.

Warga Kecamatan Banjarsari, Yoga Marhandra, mengatakan diberlakukannya e-tilang diharapkan membuat masyarakat lebih tertib dalam berkendara. Menurutnya saat ini masih ditemukan pengendara yang tidak tertib dalam berlalu lintas dengan berbagai alasan. Ia berharap e-tilang benar-benar efektif dalam menekan jumlah pelanggar lalu lintas.