Pemkab Sukoharjo Masih Kekurangan Armada Pengangkut Sampah

Ilustrasi truk sampah (Solopos / dok)
11 Februari 2019 23:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO –Pemkab Sukoharjo masih kekurangan truk pengangkut sampah selama beberapa tahun terakhir. Jumlah truk pengangkut sampah hanya 17 dump truck dan lima amroll yang mengangkut sampah sekitar 101,38 ton per hari.

Kepala Unit Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Dwi Yulianto, mengatakan jumlah armada pengangkut sampah tak sebanding dengan volume sampah yang diangkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari.. “Kami mengoptimalkan armada pengangkut sampah yang ada. Armada pengangkut sampah beroperasi setiap hari di 12 kecamatan,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Jumat (8/2/2019).

Dwi telah mengajukan penambahan armada pengangkut sampah pada 2018 maupun 2019. Hal ini dilakukan agar sampah organik maupun nonorganik diangkut truk maupun amroll. Idealnya, jumlah truk pengangkut sampah di Sukoharjo lebih dari 20 unit.

Selain itu, Pemkab telah menambah lahan TPA Mojorejo seluas setengah hektare pada 2018. Pemkab membeli lahan milik warga yang letaknya tepat di belakang TPA Mojorejo. “Sekarang total lahan TPA Mojorejo sekitar 4,5 hektare. Penambahan lahan TPA untuk mengantisipasi meningkatnya volume sampah setiap tahun,” ujar Dwi.

Pasokan sampah rumah tangga paling banyak berasal dari tiga kecamatan yakni Kartasura, Grogol, dan Sukoharjo Kota. Ketiga daerah itu memiliki jumlah penduduk lebih banyak dibanding kecamatan lainnya. Karena itu, sebagian truk pengangkut sampah beroperasi di wilayah itu.

Selain sampah rumah tangga, ada sampah lainnya yang berasal dari restoran, hotel dan tempat hiburan. “Setiap desa ada tempat pembuangan sampah (TPS). Petugas bakal mengangkut sampah menggunakan truk menuju TPA Mojorejo. Setiap truk beroperasi dua-tiga kali dalam sehari untuk mengangkut sampah,” papar dia.

Kendati demikian, masih ada TPS liar di pinggir jalan atau pinggir sungai di sejumlah lokasi di wilayah Grogol maupun Kartasura. Biasanya, warga membuang sampah sembarangan di TPS liar pada malam hari. Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan sangat mengganggu para pengguna jalan dan warga setempat. “Memang masih ada TPS liar di pinggir jalan. Kami kesulitan mencari solusinya lantaran warga membuang sampah pada malam hari,” papar dia.

Sementara itu, seorang warga Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo, Anwar, meminta agar pemerintah bersikap tegas terhadap masyarakat yang terbukti membuang sampah sembarangan di pinggir jalan. Sanksi itu sebagai efek jera masyarakat yang nekat membuang sampah di TPS liar.