Gagal di Pemilu 2014, PPP Boyolali Ingin Raih Kembali Kursi di Legislatif

Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy (berdiri), menyampaikan sambutan dalam Harlah ke-46 PPP di kompleks Pondok Pesantren Al Istiqomah, Mliwis, Cepogo, Boyolali, Minggu (10/2 - 2019). (Istimewa)
11 Februari 2019 14:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ingin meraih kembali kursi di DPRD Boyolali dalam Pemilu Legislatif 2019.

Partai berlambang ka'bah ini tidak mau lagi gagal seperti Pemilu Legislatif 2014. Seperti diketahui, dalam Pemilu Legislatif 2014 PPP sama sekali tidak meraih kursi di DPRD Boyolali. Satu kursi DPRD hasil Pemilu Legislatif 2009 tidak berhasil dipertahankan apalagi ditambah.

Dalam Pemilu 2019, PPP Boyolali memiliki 14 calon anggota legislatif (caleg), masing-masing tiga caleg di Dapil I (Boyolali Kota, Mojosongo, Ampel, Teras), tiga caleg di Dapil II (Cepogo, Selo, Musuk), lima caleg  di Dapil III (Juwangi, Karanggede, Kemusu, Wonosegoro), satu caleg di Dapil IV (Andong, Klego, Nogosari, Simo), dan dua caleg di Dapil V (Banyudono, Ngemplak, Sawit, dan Sambi).

Pengasuh Pondok Pesantren Al Istiqomah, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Boyolali, yang juga kader PPP, Muhammad Hanafi, menyampaikan dalam Pemilu Legislatif 2019 PPP menargetkan sejumlah perwakilannya menduduki posisi wakil rakyat.

Meski begitu dirinya tak menyebutkan target suara baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Dirinya juga tak menampik banyak dukungan datang dari tokoh-tokoh pesantren. Hal ini sejalan dengan sejarah berdirinya PPP yang tidak bisa lepas dari organisasi Islam seperti Nahdatul Ulama (NU) dan Syarikat Islam (SI).

Hal ini disampaikan Hanafi saat dihubungi Solopos.com, seusai Harlah ke-46 PPP yang diperingati di Pondok Pesantren Al Istiqomah, Minggu (10/2/2019).

Hanafi mengatakan Harlah PPP dapat dimaknai sebagai momentum kebangkitan Islam menuju konsep rahmat bagi semua manusia. "Untuk itu kami ingin segala bentuk pemerintahan mulai dari Pilpres nanti berjalan aman dan damai," kata dia.

Guru Pesantren

Sementara itu, Harlah ke-46 PPP di Pondok Pesantren Al Istiqomah mengangkat tajuk Istighotsah Kubro dan Pengajian Umum untuk Indonesia. Acara ini dihadiri Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat, Ketua DPC PPP Boyolali Muhammad Budiono, Ketua DPP PPP Muhammad Romahurmuziy, Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masruhan Syamsuri, serta seluruh calon legislatif dari PPP se-Kabupaten Boyolali.

Di hadapan ribuan anggota jemaah, sejumlah tokoh PPP berkomitmen menyejahterakan guru pesantren. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah yang juga tokoh PPP, Taj Yasin Maimun, menegaskan Pemprov Jateng telah menyiapkan anggaran Rp206 miliar untuk peningkatan kesejahteraan guru bidang keagamaan seperti pesantren, madrasah diniyah, dan Taman Pendidikan Alquran (TPA). "Keputusan sudah ada dan merupakan satu keberhasilan pemerintahan di Jawa Tengah," tutur dia.

Romahurmuziy atau yang akrab disapa Gus Rommy ini menyampaikan dalam berpolitik PPP ingin membangun konsep Rahmatan Lil Alamin yang artinya sebagai partai berbasis Islam PPP mampu membawa manfaat untuk semua kalangan.

"Jadi yang diuntungkan bukan hanya umat muslim semata namun juga mampu mewakili berbagai kalangan," imbuhnya yang juga memimpin jalannya pengajian akbar tersebut.