Terjawab Sudah, Inilah Penyebab Keracunan Massal di Sidoharjo Wonogiri

Ilustrasi Keracunan (Solopos/Whisnupaksa)
11 Februari 2019 21:05 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Hasil uji laboratorium di Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Tengah (Jateng) terkait penyebab keracunan makanan di Desa Kedunggupit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, awal tahun 2019 menyebutkan makanan yang dikonsumsi warga terkontaminasi bakteri proteus mirabilis.

Bakteri itu ditemukan pada nilai bakar yang diduga juga menular ke ayam bakar yang dikonsumsi warga.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, Suprio Heriyanto, mengatakan dari sejumlah makanan yang dikonsumsi terdiri dari nasi putih, ayam bakar, nila bakar, tahu bakar, dan minuman Sprite, hasil analisis statistik menunjukkan nilai bakar merupakan faktor risiko penyebab terjadinya keracunan diikuti oleh ayam bakar.

Analisis tersebut didukung dengan hasil laboratorium dari Labkesda Jateng yang menunjukkan bakteri yang ditemukan pada ikan bakar salah satunya adalah proteus mirabilis.

“Bakteri ini merupakan golongan bakteri utama penghasil amin biogenesik, di mana amin biogenesik dan histamin dapat berakumulasi cepat pada tubuh ikan dan dalam dosis tertentu dapat menimbukan toksik. Kemungkinan besar ayam tersebut juga tercemar bakteri proteus mirabilis,” kata dia, saat dihubungi solopos.com, Senin (11/2/2019).

Suprio Heriyanto menjelaskan kasus keracunan ini biasanya terjadi karena proses pengolahan makanan yang kurang higienis. Ia mengimbau kepada masyarakat agar mengolah makanan secara higienis mulai dari bahan (khususnya ikan segar), pengolahan, dan penyajiannya.

“Kalau mencuci ikan disarankan menggunakan air yang mengalir,” terang Suprio.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 anggota karang taruna di Dusun Menger RT 001/RW 002, Desa Kedunggupit, Sidoharjo, mengalami muntah, mual, dan sakit kepala hampir selama rentang waktu lebih kurang enam jam, Selasa (1/1/2019) malam hingga Rabu (2/1/2019) pagi.

Sebagian dari mereka dirawat di klinik kesehatan di Sidokriyo, Kerjo Lor, Ngadirojo, Wonogiri. Mereka diduga keracunan makanan yang disantap saat pesta perayaan malam pergantian tahun, Senin (31/12/2018) pukul 23.00 WIB atau 24 jam sebelum mereka mengeluhkan sakit.