Permintaan Rumah Bersubsidi di Soloraya Stabil Awal 2019

Ilustrasi rumah bersubsidi. (Bisnis/Paulus Tandi Bone)
12 Februari 2019 10:30 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Penjualan rumah bersubsidi di Soloraya diklaim masih stabil. Aturan harga rumah bersubsidi 2019 belum keluar sehingga kini masih berlaku harga lama.

Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Soloraya, Oma Nuryanto, mengatakan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau subsidi pemerintah, secara penjualan tidak ada masalah.

"Hanya untuk harga terbaru aturannya belum keluar. Dulu sekitar Rp130 juta," kata dia kepada wartawan, Senin (11/2/2019). 

Meski begitu dia tidak menyebut penjualan rumah bersubsidi tidak membeludak seiring masih berlakunya harga lama.

"Tetap berjalan biasa-biasa saja untuk subsidi," kata dia.

Bukan hanya rumah bersubsidi, untuk rumah dengan harga Rp300 juta ke bawah, penjualannya masih cukup baik.

"Untuk rumah kelas menengah ke bawah biasanya segmennya merupakan masyarakat yang belum punya rumah. Jadi kebutuhannya masih tinggi untuk kebutuhan tempat tinggal," ungkap dia.

Namun untuk pembelian rumah dengan harga di atas Rp300 juta yang diperkirakan untuk kebutuhan investasi cenderung wait and see. Terlebih saat ini memasuki tahun politik.

Sebelumnya Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro, mengatakan penjualan rumah bersubsidi di wilayah Soloraya pada 2018 mencapai sekitar 3.500-4.000 rumah.

"Dibandingkan tahun sebelumnya ini naik sekitar 500 unit," kata dia. Pada 2019 ditargetkan akan ada 6.000 unit rumah yang dibangun. Lokasi pembangunan rumah-rumah tersebut direncanakan tersebar di beberapa wilayah di sekitar Solo.

Sementara itu terkait lahan, REI Soloraya menyebutkan pencarian lahan menjadi tantangan tersendiri.

Selain meningkanya harga tanah di beberapa wilayah juga mengenai adanya beberapa wilayah yang bersinggungan dengan situs sejarah. Dengan demikian tidak bisa digarap optimal sebagai kawasan permukiman.