CCTV E-Tilang Solo Dilengkapi Perangkat Canggih Tahan Cuaca Ekstrem

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, memberikan pengarahan kepada anggota Satlantas terkait penerapan e-tilang mulai Rabu (13/2/2019). (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
12 Februari 2019 16:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta memastikan 66 kamera closed circuit television (CCTV) untuk e-tilang mulai Rabu (13/2/2019) dalam kondisi baik. Kamera itu tergolong canggih.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, saat ditemui Solopos.com di Ruang Traffic Management Control (TMC) Satlantas, Selasa (12/2/2019) pagi mengatakan 66 kamera CCTV itu telah dicek dan dipastikan dapat berfungsi dengan baik.

Masyarakat harus tertib dalam berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. “Sebanyak 66 CCTV itu telah dipasang sejak setahun lalu dan berkualitas baik," jelas Kapolres.

Teknisi CCTV TMC Satlantas Solo, Sukolelono, mengatakan jenis kamera CCTV yang dipasang di 66 lokasi itu yakni Speed Dome Pan Tilt Zoom. Kamera ini merupakan kamera yang cukup canggih, dilengkapi housing waterproof yang membuat kamera tahan terhadap cuaca ekstrem sekalipun.

Kamera dapat melakukan perbesaran objek hingga jarak 500 meter dari letak kamera. Kamera dapat berputar 360 derajat dan dapat bergerak ke atas dan ke bawah 180 derajat. Kamera ini juga dapat diatur untuk bergerak sendiri sesuai keperluan.

Ia menambahkana ada beberapa kendala di lapangan yakni jaringan dan saat kondisi hujan. Namun, kendala itu cukup mudah diatasi dengan mengganti sistem jaringan dan memperbesar resolusi kamera.

Saat ini kamera belum dapat menangkap kendaraan bermotor yang melaju cepat melebihi batas kecepatan tertentu. Hal itu akan segera dicarikan solusi untuk membuat sistem e-tilang lebih maksimal.

Sesuai Peraturan Kapolri No. 5/2012 Pasal 15 ayat (3), surat-surat kendaraan bermotor dapat diblokir dalam rangka penegakan hukum lalu lintas apabila pelanggar tidak melakukan konfrimasi setelah diberikan surat e-tilang.

Pelanggaran secara kasatmata akan ditindak seperti melanggar rambu dan pelanggaran yang berpotensi terjadi kecelakaan. Terkait kendaraan yang telah dijualbelikan, pemilik baru diminta segera membalik nama kepemilikan kendaraan.

Hal itu sebagai upaya menjamin kepastian kepemilikan kendaraan secara hukum. Polresta Surakarta telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendesak masyarakat melakukan balik nama kendaraan.

Lalu bagaimana dengan kendaraan dari luar Solo yang melakukan pelanggaran lalu lintas saat melintas di Kota Solo? Terkait hal ini, Kapolresta mengatakan telah berkoordinasi dengan satuan wilayah lain dalam penegakan e-tilang di Kota Solo.

Dalam satu pekan waktu uji coba dilakukan di tiga ruas jalan utama yakni Jl. Slamet Riyadi, Jl. Adisucipto, dan Jl. Ahmad Yani. Setelah itu dilakukan evaluasi untuk perbaikan sistem e-tilang.

Berdasarkan pantuan Solopos.com di ruang TMC Satlantas Solo, satu layar monitor berukuran sekitar 3 meter x 2 meter menampilkan beberapa lokasi persimpangan. Di ruangan itu, terdapat 10 komputer untuk memantau seluruh simpang di Kota Solo.

Personel yang berjumlah 18 orang akan dibagi dalam dua sif kerja selama 24 jam. Saat percobaan zoom di salah satu simpang, kamera dapat melihat jelas jenis kendaraan dan pelat nomor kendaraan secara jelas.

Bintara Urusan Tilang, Aiptu Epen Supandi, mengatakan pengendara yang tertangkap kamera CCTV melakukan pelanggaran akan ditelusur nomor registrasi kendaraannya. Berdasarkan registrasi itu, pemilik kendaraan akan diberikan surat tilang beserata bukti foto pelanggaran tersebut.

Apabila pelanggar tidak merespons dalam waktu empat hari, registrasi kendaraan akan diblokir sehingga tidak dapat memperpanjang masa berlaku STNK dengan membayar pajak kendaraan. Apabila kendaraan telah berpindah tangan, waktu yang diberikan selama empat hari itu dapat digunakan untuk konfirmasi ke Kantor Satlantas.

Setelah ada konfirmasi, pelanggar dapat membayar sanksi denda melalui bank atau menghadiri sidang. “Kalau tidak dipedulikan dan ketahuannya saat hendak pajak tahunan, pemilik kendaraan yang diblokir tidak bisa membayar pajak sehingga harus dibuka dulu blokirnya,” ujarnya.