PKL Depan RS Karima Utama Kartasura Dipindah ke Pujasera

Lokasi bekas Kantor Kawedanan Kartasura di Desa Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo, yang dijadikan pusat jajan Kartasura. Foto diambil Minggu (10/2/2019). - solopos.com / Iskandar
12 Februari 2019 09:00 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO - Lebih kurang 16 pedagang kaki lima (PKL) yang semula berdagang di depan Rumah Sakit Karima Utama (RSKU) di Desa Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo, direlokasi ke halaman bekas Kantor Kawedanan Kartasura. Hal itu dilakukan untuk menata kawasan depan RSKU agar tidak semrawut. “Keberadaan PKL di depan RSKU itu berbahaya, baik bagi para PKL maupun konsumen. Sebab keberadaan mereka persis di tepi jalan yang ramai sekali. Karena itu mereka kami beri tempat di bekas Kantor Kawedanan,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Kartasura, Agus Jaelani, saat dihubungi solopos.com, belum lama ini.

Rencananya tempat itu dirancang sebagai pusat jajan atau pujasera kawasan Kartasura. Tempatnya strategis yang dua sisinya meghadap jalan besar yaitu di tepi Jl.  Adi Soemarmo bagian timur dan Jl. Amarta di sisi selatan yang juga tak jauh dari RSKU. Dia menjelaskan lokasi bangunan inti berbentuk pendapa joglo rencananya digunakan sebagai food court. Karena itu pihaknya masih harus membenahi tempat itu agar bisa digunakan lebih optimal.

“Dulu tempat ini sempat digunakan untuk TK. Tapi karena selokan di tempat itu tidak berfungsi optimal, TK tersebut sering kebanjiran. Mudah-mudahan setelah selokan diperbaiki tidak kebanjiran lagi,” papar Agus. Selain itu dia berharap kepindahan para PKL di tempat baru semakin memperlancar arus lalu-lintas di depan RSKU. Sebab konsumen yang berasal dari RSKU tidak usah menyeberang jalan raya, tinggal berjalan ke timur sudah sampai.

Sementara itu salah seorang PKL yang masuk di tempat tersebut Pak Ndol mengatakan saat ini dia dan para PKL lainnya, tengah membenahi tempat yang akan mereka gunakan untuk berjualan. Sebab mereka harus menyesuaikan tempat baru masing-masing sesuai kebutuhan. “Kalau tempatnya memang enak di sana [tempat lama] karena langsung berhadapan dengan RSKU. Cuma kalau di sini lebih tenang tidak dikejar-kejar lagi. Selain itu juga aman dari arus lalu-lintas,” ujar dia. Lebih lanjut dia berharap kepindahan di tempat baru tetap menjadi alternatif konsumen mencari makan. Dengan demikian dagangan yang mereka jajakan juga laku.